DetikNews
Jumat 11 Mei 2018, 12:03 WIB

Moeldoko Ungkap Alasan Penanganan Rusuh di Mako Brimob Tertutup

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Moeldoko Ungkap Alasan Penanganan Rusuh di Mako Brimob Tertutup Foto: Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (kaos merah) bicara soal penanganan kerusuhan di Mako Brimob. (Parastiti-detikcom)
FOKUS BERITA: Rusuh di Mako Brimob
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menjelaskan kenapa penanganan kerusuhan di Rutan Mako Brimob sangat tertutup dari publik. Sebab, ada alasan teknik yang tidak bisa diungkap ke publik.

"Ini mungkin saya perlu jelaskan agar jangan sampai ada kebingungan dari berbagai pihak 'kok begini, kok begini' dan seterusnya. Kenapa kelihatan perlu waktu dan tertutup dari awal? Karena ini persoalan technical yang tidak perlu diobral, tidak perlu disampaikan karena memang langkah-langkah yang di-cover agar perjalanan itu tidak keluar," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jalan Majapahit, Jakarta Pusat, Jumat (11/5/2018).


Moeldoko berharap penjelasan tersebut dapat diterima oleh masyarakat dan mampu meminimalisir polemik yang muncul. Dia menekankan pemerintah dari awal terus memantau penanganan ini.

"Saya harapkan penjelasan ini bisa dipahami dengan baik oleh masyarakat agar tidak terjadi perdebatan yang buruk. Padahal cerita yang sebenarnya tidak seperti yang dipersepsikan di luar," ucapnya.

"Kami mengikuti dengan baik, apalagi presiden. Saya selalu mendampingi beliau dalam perjalanan. Kita ikuti terus dari waktu ke waktu. Langkah-langkah (penanganan kerusuhan) itu diikuti (oleh Moeldoko dan Jokowi) dengan baik," imbuhnya.


Seperti diketahui, awal kerusuhan antara napi terorisme dengan anggota polisi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok terjadi pada Selasa (8/5) malam. Dalam kejadian ini, ada 156 napi teroris yang terlibat kerusuhan dan penyanderaan terharap polisi.

Ada 9 orang polisi yang disandera, 5 orang di antaranya gugur dibunuh secara sadis dengan luka bacokan dan tembakan, sedangkan 4 lainnya bisa dibebaskan dalam kondisi luka-luka. Sandera terakhir yang bebas adalah Bripka Iwan Sarjana yang merupakan anggota Densus 88 Antiteror.


(yas/idh)
FOKUS BERITA: Rusuh di Mako Brimob
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed