Amien Rais Sebut Indonesia 'Pekok', PDIP Ungkit Amandemen UUD 1945

Tsarina Maharani, Tsarina Maharani - detikNews
Jumat, 11 Mei 2018 10:15 WIB
Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno Foto: Agung Pambudhy/detikFoto
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyebut Indonesia adalah bangsa pekok alias bodoh lantaran penerapan UU Migas yang dinilainya pro-asing. PDIP mengingatkan Amien soal peran PAN yang justru seringkali terlibat dalam pembahasan undang-undang bersifat 'liberal', salah satunya UU Penanaman Modal No 25/2007.

"Hanya saja, yang pantas kita sesali, sejumlah UU yang paling liberal, ketua Pansus atau Panja-nya malahan teman-teman dari PAN, yang notebene anak buah Pak Amien. Contohnya UU Penanaman Modal," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada wartawan, Jumat (11/5/2018).

Ia juga mengungkit peran Amien dalam amandemen UUD 1945 selama menduduki jabatan sebagai Ketua MPR pada 1999. Salah satu pasal yang pernah diamandemen Amien ialah Pasal 33 UUD 1945 yang menyinggung soal perekonomian negara.


"Bahkan amandemen Pasal 33 UUD NRI 1945, juga terjadi saat Pak Amien jadi Ketua MPR. Desakan liberalisasi sedemikian kuat, sehingga secara kolektif pun kita tak sanggup membendungnya," ujar anggota DPR yang duduk di Komisi XI itu.

Atas tudingan Amien soal bangsa 'pekok' itu, Hendrawan berharap para elite bangsa ini bisa bekerja sama untuk mencerdaskan bangsa. Alasannya, apa yang diucapkan Amien bisa jadi benar.

"Secara kolektif ada benarnya. Itu sebabnya salah tugas negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa yang tidak cerdas, bahasa kasarnya 'pekok', adalah bangsa yang dipermainkan, dibodohi, ditipu oleh bangsa lain melalui perjanjian-perjanjian internasional dan regulasi," sebut Hendrawan.


Namun, menurutnya, sikap saling tuding tidak akan menyelesaikan masalah. "Jadi tak elok kalau kita saling menuding. Yang baik marilah kita bangun kebersamaan, sinergi nasional, untuk mengambil langkah-langkah cerdas di masa depan. Trisakti Bung Karno (berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan), merupakan orientasi dan langkah awal yang hrs kita jabarkan secara operasional dan realistis," imbuhnya.

Amien Rais kembali menyoroti masalah undang-undang di Indonesia yang dianggap pro asing itu merugikan rakyat. Salah satunya adalah UU Migas. Oleh karena itu, ia menyebutkan bangsa Indonesia adalah bangsa pekok (bodoh).

"Ini ada UU yang aneh dan ajaib. Bahwa gas alam di perut bumi Indonesia, itu boleh digunakan oleh bangsa sendiri setelah bangsa lain dicukupi kebutuhannya," kata Amien saat mengisi ceramah di Masjid Muthohirin Yogyakarta, Kamis (10/5).

Menurutnya, kebijakan tersebut aneh. Sebab, kebutuhan dalam negeri dikorbankan hanya demi memenuhi kebutuhan negara lain, seperti Tiongkok, Taiwan, dan Singapura.

"Ini mesti bangsa pekok (bodoh)," sindirnya.



Tonton juga video tentang "rencana amandemen UUD 1945":

[Gambas:Video 20detik]


(/hri)