Siaran Televisi Dibatasi, Entar Nonton Bola Gimana?

Siaran Televisi Dibatasi, Entar Nonton Bola Gimana?

- detikNews
Selasa, 12 Jul 2005 16:22 WIB
Jakarta - Pembatasan siaran televisi ditanggapi secara beragam oleh masyarakat. Ada yang memprotes, ada yang mendukung. Salah satu yang protes adalah komunitas gibol alias penggila bola. Mereka adalah penggemar siaran langsung pertandingan sepakbola yang biasanya ditayangkan tengah malam."Lah, entar kita nonton siaran langsung sepakbola bagaimana. Kan biasanya tengah malam. Rugi dong kita." Begitulah kata Nurdin (21), ketika dimintai tanggapan tentang kebijakan pembatasan siaran televisi untuk menghemat energi.Menurut Nurdin, yang ditemui detikcom di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (12/7/2005), penghematan energi tidak boleh membatasi hal-hal yang menyangkut kepentingan masyarakat.Apalagi, siaran televisi merupakan sarana hiburan bagi rakyat yang sedang susah. "Kalau pemerintah membatasi siaran televisi, kita tambah susah dong," cetus lajang yang masih menganggur alias pencari kerja ini.Komentar senada disampaikan Suryo (45), seorang karyawan swasta yang ditemui detikcom di tempat yang sama. Menurut dia, penghematan energi itu urusan pemerintah. Kalau ada masalah, maka penyelesaiannya jangan sampai merugikan masyarakat."TV itu kan sarana hiburan dan informasi. Kalau dibatasi sampai jam satu dinihari, nanti kalau ada informasi penting bagaimana?" ujar Suryo, seraya menambahkan, seharusnya bukan jam tayang TV yang dibatasi, tapi pemborosan di instansi pemerintah yang ditekan.Sementara Siti Khoirunissa (37), seorang ibu rumah tangga, cenderung mendukung kebijakan ini. "Supaya jangan pada begadang melulu," tukasnya.Menurut Siti, kalau memang negara sedang susah, maka tidak ada salahnya rakyat ikut prihatin. "Kalau memang disuruh pemerintah, ya ikuti saja. Tapi yang pada di atas (pejabat) juga harus ikut hemat," sindirnya.Pembatasan siaran televisi ini merupakan bagian dari gerakan penghematan energi yang dicanangkan Presiden SBY. Hal ini diatur dalam Inpres 10/2005 tentang Penghematan Energi. Menkominfo Sofyan Djalil kemudian menindaklanjutinya dengan membatasi jam siaran televisi dan radio. Siaran televisi dan radio dibatasi mulai pukul 01.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Khusus untuk bulan Ramadan, siaran dihentikan mulai pukul 01.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Namun, untuk acara pertandingan sepak bola, ada pengecualian. Televisi masih tetap menyiarkannya secara langsung meski pertandingan berlangsung antara pukul 01.00 sampai 05.00 WIB. (gtp/)


Berita Terkait