Setelah Dirusak, DPRD Surabaya Kembali Digeruduk Massa
Selasa, 12 Jul 2005 16:15 WIB
Surabaya - Kantor DPRD Surabaya jadi bulan-bulanan massa. Setelah dirusak oleh massa Gerakan Rakyat Untuk Demokrasi dan Keadilan, kantor yang terletak di di Jalan Yos Sudarso itu kembali didatangi puluhan orang dari Komite Pemberantasan Korupsi.Kedatangan massa gelombang kedua ini tak berbeda jauh dengan kelompok aksi yang pertama. Mereka menolak pilkada langsung dan mendesak kepada DPRD dan KPUD agar pilkada diulang dengan membuka seluas-luasnya calon kandidat independen.Aksi yang berlangsung Selasa (12/7/2005) pukul 14.00 WIB dan dipimpin Athar ini juga mendesak Panwas untuk mengusut kecurangan selama Pilkada 27 Juni 2005 lalu. Selain itu, kata Athar, jumlah golput yang mencapai 80 persen membuat terpilihnya pasangan Bambang-Arif kurang legitimasi. "Ini kegagalan KPU untuk meyakinkan masyarakat untuk ikut pikada," kata Athar.Aksi dimulai dari Monumen Kapal Selam, Jalan Pemuda menuju Gedung Grahadi dan berakhir di depan gedung DPRD. Mereka membawa berbagai poster, di antaranya bertuliskan 'Golput besar, Pilkada diulang', 'Tolak Pilkada, Pilkada ulang dengan calon DPRD'.Sementara itu, Kapolsek Genteng AKP M Fathoni saat ditemui wartawan di lokasi kejadian membantah terjadinya pengrusakan kantor DPRD. "Ya hanya ada salah satu kaca yang pecah. Sekarang massa sudah bisa dikendalikan," ujarnya.Fathoni menurunkan 3 peleton polisi untuk mengamankan aksi. Saat ini massa sedang menunggu ketua DPRD Surabaya untuk diajak dialog terkait dengan tuntutan mereka.
(jon/)











































