DetikNews
Kamis 10 Mei 2018, 12:46 WIB

Pelukan Mensos untuk Putra Aipda Denny, Korban Rusuh Mako Brimob

Nur Azizah Rizki - detikNews
Pelukan Mensos untuk Putra Aipda Denny, Korban Rusuh Mako Brimob Mensos Idrus Marham melayat ke rumah duka. (Foto: dok Twitter @KemensosRI)
FOKUS BERITA: Rusuh di Mako Brimob
Jakarta - Menteri Sosial Idrus Marham melayat ke rumah duka Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, salah satu dari lima polisi yang gugur saat disandera para napi teroris di Rutan Mako Brimob. Idrus menyatakan belasungkawa.

Idrus datang ke rumah duka di Jl Kramat 3, Blok E No 46, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (10/5/2018). Dia didampingi pejabat Kemensos dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto.

Di rumah duka, Idrus menyalami para keluarga almarhum dan memimpin doa. Idrus juga sempat memeluk serta berbincang dengan putra almarhum, Wahyu. Idrus meminta keluarga tabah karena almarhum gugur demi bangsa.

Pelukan Mensos untuk Putra Aipda Denny, Korban Rusuh Mako BrimobMensos Idrus Marham melayat ke rumah duka. (Foto: dok Twitter @KemensosRI)

"Saya bicara kepada Imam Besar Masjid Istiqlal. Beliau mengatakan bahwa siapa pun yang gugur berjuang untuk kepentingan bangsa, insyaallah almarhum tergolong sebagai syuhada," kata Idrus.


Kemensos juga memberikan bantuan santunan kepada ahli waris. "Anak almarhum kita pastikan bahwa harus tetap lanjut sekolahnya, harus lanjut pendidikannya," ujar Idrus.

Idrus juga sempat berbincang dengan putra almarhum. "Kalau gede mau jadi apa?" katanya. "Jadi tentara," ujar Wahyu sambil tersenyum.

Pelukan Mensos untuk Putra Aipda Denny, Korban Rusuh Mako BrimobMensos Idrus Marham memimpin doa. (Foto: dok. Twitter @KemensosRI)

Idrus menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi yang menyebabkan lima polisi gugur ini. Dia juga mengapresiasi Polri yang bisa meminimalkan korban karena melakukan penanganan dengan cara persuasif.

"Saya mengimbau kepada anak bangsa, sudah ada penjelasan resmi dari Menko Polhukam dan Wakapolri. Jangan peristiwa ini digoreng-goreng lagi, diolah-olah, sehingga bisa merusak rasa kesetiakawanan di antara kita dan bahkan memicu peristiwa baru kalau ini kita goreng, kita olah lagi," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Kak Seto juga menyatakan dukacitanya kepada para keluarga polisi yang gugur.


"Kami dari LPAI memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polri yang telah berhasil mematahkan teror dengan tetap mempertimbangkan keselamatan seorang anak dan wanita di sana. Tentu hal ini pengaruh psikologisnya akan sangat besar. Polri tetap tegas tindakannya dan kita semakin bangga, semakin cinta, pada polisi yang bertugas di lapangan," ujarnya.

"Berkaitan dengan Mas Denny, putranya ini akan kita dampingi bagaimana dampak psikologisnya," sambung Kak Seto.

Seto menambahkan, tragedi ini harus jadi pelajaran ke depan. Terorisme harus ditindak tegas tanpa kompromi.

"Seluruh pihak yang ada harus sama-sama menjadikan aksi teroris sebagai musuh bangsa, musuh bersama," katanya.
(hri/hri)
FOKUS BERITA: Rusuh di Mako Brimob
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed