Siapa Napi Teroris yang Pimpin Negosiasi di Mako Brimob?

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 10 Mei 2018 01:05 WIB
Foto suasana depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. (Grandyos Zafna/detikcom)
Foto suasana depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Napi teroris yang merusuh di Rutan Mako Brimob tengah dinegosiasi oleh tim Polri. Ada beberapa napi teroris yang menjadi tim negosiator untuk berkomunikasi dengan Polri. Siapa dia?

Pengamat terorisme Al-Chaidar menyampaikan ada beberapa napi teroris yang punya pengaruh kuat, salah satunya Aman Abdurrahman alias Oman. Namun yang menjadi tim negosiator bukan Aman, melainkan napi teroris bernama Wawan.

"(Negosiatornya) iya sih Wawan. Sementara Aman Abdurrahman yang diharapkan (oleh teroris) untuk memimpin proses negosiasi," ujar Al-Chaidar saat dihubungi detikcom, Rabu (9/5/2018).

Para napi berharap Oman menjadi pengambil keputusan dalam negosiasi tersebut. Al-Chaidar menyampaikan saat ini para napi yang merusuh belum bertemu dengan Aman.

"Karena teroris yang bisa mengambil keputusan Aman Abdurrahman, sementara yang lain tidak pada posisi pengambil keputusan," ungkapnya.

Lalu, apa sebenarnya yang diinginkan oleh para napi ini? Apakah hanya karena persoalan pembagian makanan yang menjadi pemicu kerusuhan?

"Ini spontan saja. (Karena) perlakuan polisi yang dianggap tidak etis ketika periksa sel teroris banyak ponsel, Alquran kemudian disita, (polisi) dianggap tidak manusiawilah," tuturnya.

Al-Chaidar menyampaikan ada 47 napi teroris di Rutan Mako Brimob. Para napi teroris ini rata-rata termasuk kelompok JAD yang siap tempur sampai titik darah penghabisan.

"Kemungkinan mereka fatalis, siap mati semua. Kalaupun ada negosiasi untuk (permintaan) konsumsi," tambahnya. (mei/dnu)