SBY Ajak Masyarakat Lebih Sering Mengenakan Batik
Selasa, 12 Jul 2005 13:44 WIB
Bandung - Presiden SBY kembali menyampaikan ajakan pada masyarakat. SBY mengajak masyarakat lebih sering mengenakan pakaian yang mencerminkan kekayaan adat dan budaya bangsa pada acara penting pemerintahan atau sosial. Contohnya, baju batik."Memang ada sesekali mengenakan jas seperti dalam upacara kenegaraan dan konferensi internasional," kata Presiden SBY dalam pidato puncak peringatan hari koperasi ke-58 di Gedung Sate, Bandung, Senin (12/7/2005). Dalam acara ini SBY mengenakan kemeja lengan panjang warna putih bermotif garis-garis warna perak dari serat rami. Kemeja ini merupakan hasil produksi koperasi Pondok Pesantren Darussalam, Garut, Jawa Barat. Ny Ani Yudhoyono juga mengenakan busana muslim bermotif serupa.Presiden SBY merasa nyaman mengenakan baju tersebut. Sehingga sepanjang perjalanan dari Jakarta-Bandung terpikir alangkah baiknya jika pakaian-pakaian produk UKM lebih banyak ditampilkan oleh para pejabat pemerintahan.Menurut SBY, ada banyak acara atau kegiatan yang dapat digunakan sebagai ajang untuk menampilkan busana khas Indonesia. Langkah ini dibutuhkan untuk mengangkat citra busana hasil karya koperasi dan usaha kecil menengah (UKM). Dengan lebih sering memakainya juga membantu pemasaran produk-produk UKM.Namun, selain mengajak masyarakat untuk mengenakan busana khas Indonesia, Presiden SBY juga berpesan pada pengusaha UKM untuk lebih inovatif dalam merancang dan menelurkan karyanya sehingga mampu bersaing di pasaran.SBY mengaku sering mengenakan kemeja batik saat bekerja dan acara sosial. Ini merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan busana khas Indonesia. Cukup sering para gubernur meminta SBY mengenakan batik bercorak daerah tertentu. Misalnya dari Lampung, Papua, dan Kalimantan."Katanya, kalau saya yang pakai masuk TV. Dan batiknya lebih memasyarakat. Dengan senang hati saya laksanakan amanat ini," tutur SBY.
(gtp/)











































