Komisi I Keukeuh ke Australia

Komisi I Keukeuh ke Australia

- detikNews
Selasa, 12 Jul 2005 13:19 WIB
Jakarta - Langkah eksekutif tak selalu jadi teladan bagi legislatif. Presiden SBY telah menunda kunjungan ke Cina demi penghematan negara. Tapi tidak demikian dengan Komisi I DPR. Tekad untuk berangkat ke Australia tidak luntur."Masalah kenegaraan jangan dicampur-campur. Tugas DPR tidak bisa disamakan dengan eksekutif," kilah Anggota Komisi I DPR AS Hikam ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Selasa (12/7/2005).Jika Komisi I keukeuh berangkat ke Australia, maka tercatat sudah ada tiga badan dalam DPR yang akan 'jalan-jalan' ke luar negeri.Dua lainnya adalah Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) yang 30 anggotanya akan melakukan studi banding ke Korea Selatan (Korsel) dan Thailand pada awal Agustus 2005. Lalu Badan Legislatif (Baleg) yang dijadwalkan melakukan studi banding ke Prancis dan Amerika Serikat pada Bulan Juli ini. Ketua DPR Agung Laksono sudah mengimbau BURT dan Baleg agar rencana ini dipertimbangkan lagi.Sedangkan kepergian sejumlah pimpinan Komisi I ke Negeri Kanguru dalam rangka saling dengar pendapat antarparlemen dan pemerintah Australia. Komisi I diundang oleh Departemen Luar Negeri Australia, sehingga seluruh biaya akan ditanggung pihak Australia. Ongkos ke Australia pun tidak akan menyenggol APBN.Hikam pun meminta agar rencana keberangkatan Komisi I jangan dihubungkan dengan penundaan SBY ke Cina atau imbauan Agung Laksono kepada BURT dan Baleg.Bagaimana soal tanggung jawab etika? "Kita jangan terlalu berlebihan deh, proporsional saja," kilah anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa ini. Hikam beralasan bahwa hubungan antara Indonesia dengan Australia sangat penting untuk dibina. "Betapa pentingnya hubungan politik kita dengan Australia. Undangan itu agar kita bisa saling tukar pendapat, tidak ada komitmen apa pun. Kita saling menjajaki," tukasnya.Meski demikian, belum ada kepastian kapan dan siapa saja anggota Komisi I DPR yang akan pergi ke negara pimpinan John Howard itu. Anggota Komisi I DPR Djoko Susilo, yang dihubungi detikcom melalui telepon, mengaku tidak ikut dalam rencana keberangkatan tersebut. "Saya tidak ikut, yang berangkat itu pimpinan Komisi I, tapi saya tidak tahu kapan berangkatnya," kata Djoko. Menurut politisi dari PAN ini, rencananya 10 orang dari Komisi I akan berangkat ke Australia.Menurut Djoko, beberapa nama yang ikut dalam kunjungan ke Australia itu antara lain Effendi Choirie dan Hikam. Namun Hikam pun ternyata tidak mengetahui detil rencana keberangkatan, baik soal waktu dan siapa saja yang ikut. Sementara Effendi Choirie yang hendak dikonfirmasi, telepon selulernya tidak aktif. (ism/)


Berita Terkait