"Bagi Golkar kan ini bukan pemilu hari ini, ini baru snapshot saat sekarang dan pemilu masih 11 bulan, jadi masih ada waktu kita untuk memperbaiki citra ke depan," kata Airlangga kepada wartawan di kediamannya di kompleks Widya Chandra III Nomor 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/5/2018).
Airlangga mengatakan, dalam survei itu, pengaruh kasus e-KTP memiliki batas terhadap penilaian Partai Golkar kepada masyarakat. Ia juga mengatakan Golkar sudah memiliki cara untuk memperbaiki citra partai ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan tentu ke depan ini kita sudah melakukan langkah-langkah di mana kita mendorong untuk Golkar sesuai tagline-nya yang bersih dan bahkan ketua fraksi sudah membuat edaran surat yang tegas-tegas melarang adanya yang memanfaatkan hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.
Sebelumnya diketahui, eks Ketum Golkar Setya Novanto divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Novanto juga dihukum membayar uang pengganti USD 7,3 juta dikurangi uang Rp 5 miliar, yang dikembalikan ke KPK.
Duit ini terkait penerimaan Novanto dari proyek pengadaan e-KTP. Selain itu, hak politik mantan Ketua DPR itu dicabut selama 5 tahun. (rvk/rvk)











































