DetikNews
Selasa 08 Mei 2018, 20:07 WIB

Nilai Rata-rata UN Turun karena Beralih ke UNBK

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Nilai Rata-rata UN Turun karena Beralih ke UNBK Ilustrasi pelaksanaan UNBK (Sudirman Wamad/detikcom)
Jakarta - Kemendikbud menyebut UN di jenjang SMA dan SMK selama kurun 3 tahun terakhir mengalami penurunan nilai. Penurunan itu disebabkan sistem mode ujian yang berubah dari ujian berbasis kertas ke ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno menjelaskan penyebab penurunan nilai UN yang terjadi. Ia mengatakan sebetulnya nilai UN tidak menurun karena sebelumnya sekolah-sekolah menggelar UN dengan sistem UNKP (ujian nasional kertas-pensil) dan banyak kecurangan nilai di sana sehingga, saat sistem diubah menjadi UNBK, nilai terlihat menurun.



"SMK terjadi penurunan nilai, sedangkan SMA penurunannya relatif lebih besar. SMA terjadi penurunan nilai matematika 4,6 poin, kimia 2,6, bahasa Indonesia nggak turun, bahasa Inggris naik. Pokoknya sedikit aja naik kita syukuri, biologi turun sedikit. Itu negeri dan swasta sebagaimana IPA dan IPS," kata Totok di gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018).

Penurunan nilai itu, dikatakannya, terjadi karena dua faktor. Faktor pertama, perubahan sistem ujian dari UNPK menjadi UNBK yang menurutnya di UNKP siswa mendapat nilai tinggi karena kecurangan tetapi kini di UNBK siswa mendapatkan nilai murni.

"Jadi penurunannya disebabkan perubahan mode ujian UNKP jadi UNBK. Untuk sekolah-sekolah yang dulu integritasnya rendah di bawah 50 poin itu sampai terkoreksi sebanyak 39 poin skornya. Jadi dulu semula pakai kertas, tapi mungkin curang integritas rendah itu semula dulu 80 terkoreksi 39 jadi sekarang hanya 40. Jadi faktor koreksi itu seolah-olah turun, tapi tunggu dulu, itu palsu, nah sekarang lebih murni. Jadi menurut saya itu koreksi karena dulu nilai tinggi akibat curang," ungkapnya.



Selanjutnya, dia mengatakan, faktor kedua adalah adanya soal-soal UN tahun 2018 dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding UN pada 2017. Tingkat kesulitan soal-soal UN ini dialami oleh siswa di 50% sekolah yang diprediksi memiliki nilai UN menurun. Sedangkan 50% sekolah lainnya mengalami kenaikan nilai.

Ia mengatakan, hingga 2018, sebanyak 93% SMA dan 98% SMK sudah menggelar UN dengan sistem UNBK.

"Sekarang ini hasil UNBK sesungguhnya gambaran yang positif menunjukkan apa adanya. Terminologi tidak menurun, tapi mengoreksi," tegasnya.
(rvk/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed