"Ya, menurut saya, dalam suasana apa, disampaikan Mas Pram (Seskab Pramono Anung) ini di jam istirahat. Di DPR, siapa pun boleh bertemu asalkan tidak mengganggu tugas-tugas negara," kata Bamsoet setelah menghadiri diskusi di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/5/2018).
Bamsoet menilai pertemuan koalisi merupakan hal yang biasa. Lewat pertemuan tersebut, mitra koalisi dapat menyampaikan pandangan politik masing-masing.
"Yang terpenting adalah pertemuan itu tidak membuat runcing satu sama lain. Maka saya yakin perbedaan pendapat, pandangan, bisa diselesaikan secara baik dalam satu ruangan, bukan kita teriak di ruangan saling mengancam yang kemudian menimbulkan suasana panas. Yang kemudian menimbulkan suasana panas yang ujung-ujungnya merugikan masyarakat sendiri," jelas dia.
Menurut Bamsoet, di mana lokasi pertemuan tak perlu dijadikan persoalan besar. "Ini kan masalah tempat. Presiden mana pun juga sudah biasa dilakukan di Istana. Sebut presiden mana yang nggak pernah melakukan pertemuan politik di Istana? Sebut ke saya," tantang Bamsoet. (aud/gbr)











































