DetikNews
Selasa 08 Mei 2018, 15:23 WIB

Rektor Unhas Nilai Aspek Kultur Dorong Maraknya Pernikahan Anak

M Bakrie, M Bakrie - detikNews
Rektor Unhas Nilai Aspek Kultur Dorong Maraknya Pernikahan Anak Rektor Unhas, Makassar, Dwia Aries Tina Pulubuhu
Makassar - Kasus pernikahan anak terus terulang di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Setelah Bantaeng dan Maros, hal serupa terjadi di Sinjai. Namun, setelah penghulu tak ada yang berani menikahkan, anak perempuan 12 tahun urung menikah dengan pria 21 tahun.

"Sebenarnya banyak faktor. Mulai pendidikan, kemiskinan, pergaulan, sampai pemahaman. Tapi khusus di Sulsel ini, ada hubungannya dengan aspek kultur," kata Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Dwia Aries Tina Pulubuhu kepada detikcom, Selasa (8/5/2018).

Menurutnya, martabat sebuah keluarga dari sisi siri' ini bisa saja tercoreng oleh perbuatan tercela seorang anak, apalagi perempuan. Karena itu, pihak keluarga besar yang menjaga martabat tersebut biasanya memaksa anak mereka menikah dini agar terhindar dari perbuatan tercela.

"Yang menjaga siri' itu keluarga besar, bisa jadi anak dipaksa menikah dini agar terhindar dari pergaulan bebas. Bisa jadi bukan keluarga inti yang memaksa, tapi keluarga besarnya yang menjaga martabat itu," paparnya.

"Ke depannya, harus ada upaya bersama dari aspek pendidik, agamawan, budayawan, perlu bersama memberikan sosialisasi terkait risiko akibat pernikahan dini ini kepada masyarakat," ujarnya.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed