"Oknum-oknum penyebar paham radikalisme ini menyasar ke anak muda, karena kondisi psikologisnya yang belum stabil, sehingga mudah mendapat pengaruh. Selain belum stabil, jika tidak diimbangi dengan semangat nasionalisme dan jiwa Pancasila, generasi muda itu akan semakin mudah terpengaruh paham-paham radikalisme," kata Taufik di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5/2018).
Baca juga: Teka-teki 3 Kampus yang Diawasi BIN |
Taufik menambahkan, tantangan saat ini yang semakin berat, media sosial sudah digunakan untuk menyebarkan paham radikalisme dan terorisme. Ditambah lagi, selain isu radikalisme, isu intoleransi masih ada untuk turut mengikis jiwa nasionalisme.
"Di era teknologi saat ini, tantangan generasi muda semakin berat. Kadang secara tak kasatmata paham radikalisme dan terorisme itu disebarkan melalui media sosial, sehingga generasi muda menjadi terpapar. Isu intoleran juga masih ada untuk mengikis jiwa nasionalisme," jelas Taufik.
Pada akhirnya, Waketum DPP PAN itu berpesan kepada generasi muda untuk menunjukkan tindakan nasionalisme, tidak sebatas slogan.
"Generasi muda harus menunjukkan nasionalisme, tidak cukup dengan slogan, tapi juga dengan tindakan," pesan Taufik. (ega/ega)











































