Jokowi: Cantrang Bisa Habiskan Ikan dalam Jangka Panjang

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 08 Mei 2018 13:07 WIB
Presiden Joko Widodo (Andhika/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima aduan dari nelayan asal Indramayu bernama Joni. Joni mengadukan hasil tangkapannya berkurang karena ada nelayan yang menggunakan cantrang.

"Keluhan saya, nelayan kecil kami terganggu sama cantrang. Sebelum ada cantrang, nelayan kami makmur. Setelah ada cantrang, nelayan kami itu kalau melaut ibaratnya kayak main lotre. Kita berangkat ke laut bawa bekal, pulang belum tentu," ujar Joni kepada Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018).


Jokowi sepakat dengan keluhan Joni. Menurutnya, penggunaan cantrang jelas dilarang. Jokowi meminta para nelayan mulai menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.

"Itu yang sering disampaikan Ibu Susi bahwa terkait cantrang itu dalam jangka panjang menghabiskan ikan. Itu kita harus menyadari semua. Tapi ada transisinya, karena nelayan kita yang pakai cantrang juga tidak sedikit. Harus ada transisi sehingga betul semuanya pindah pada jaring yang ramah lingkungan yang menyebabkan ikan semakin banyak di negara kita," ujar Jokowi.


"Kita jangan berpikir pendek 1-2 tahun. Kita masih punya anak, cucu, cicit. Saya kira yang disampaikan Pak Joni itu fakta," tambah Jokowi.

Joni juga meminta pemerintah menindaklanjuti aduannya terkait penggunaan cantrang. Jokowi menerima masukan tersebut.

"Jangan sampai Bu Susi mau meluruskan malah... Saya nggak ngomong ya, sudah tahu semua, tapi kalau dari nelayan sudah tahu maksud kita meluruskan, saya senang sekali," tuturnya. (dkp/hri)