Jejak Husni: Korupsi 2009, Kabur, Ditangkap di Kalibata City

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 08 Mei 2018 12:03 WIB
Koruptor Husni ditangkap di Kalibata CIty (Foto: dok. Istimewa)
Ambon - Muhamad Husni Putuhena ditangkap di Kalibata City, Jakarta Selatan. Ia jadi buron selama 2 tahun karena melakukan korupsi dana tunjangan aparatur desa di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pada 2009.

Berikut ini perjalanan kasus Husni sebagaimana dirangkum detikcom, Selasa (8/5/2018):

2009
APBD Kabupaten Seram Bagian Barat mengalokasikan dana tunjangan aparatur desa sebesar Rp 3 miliar.

Uang itu dititipkan di Bank Maluku.

Maret 2009
Husni mengatasnamakan Ketua Lembaga Kepedulian Muslim Maluku (LK-2M) membuat proposal permintaan anggaran sengketa tapal batas Kabupaten Seram Bagian Barat Vs Kabupaten Maluku Tengah. Sengketa itu sedang berseteru di Mahkamah Konstitusi.

Proposal diajukan kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Atas proposal itu, dana tunjangan aparatur desa dibobol.

"Ternyata uang itu tidak digunakan sebagaimana mestinya, tetapi digunakan untuk kepentingan yang tidak jelas atau untuk kepentingan pribadi terdakwa," dakwa jaksa.

9 Desember 2011
Husni ditahan.

29 Juni 2012
PN Ambon mengubah tahanan rutan menjadi tahanan kota.

29 Juni 2012
Jaksa menuntut Husni dihukum 4,5 tahun penjara.

27 Oktober 2014
Pengadilan Tipikor Ambon menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara ke Husni. Selain itu, Husni diwajibkan mengembalikan uang Rp 1,6 miliar yang dikorupsinya.

30 Januari 2015
Pengadilan Tinggi Ambon memperberat hukuman menjadi 4,5 tahun penjara.

29 Agustus 2016
MA menolak permohonan kasasi Husni.

Setelah itu, Husni tidak kunjung dieksekusi.

7 Mei 2018
Husni ditangkap di Kalibata City. Saat itu, ia hanya mengenakan kaus kutang dan bercelana pendek. Ia kaget dan melongo melihat aparat kejaksaan mendatangi unit apartemennya. Dengan mengenakan kacamata, ia melihat berkas eksekusi yang disodorkan jaksa. (asp/rvk)