Underpass Pondok Indah Diuji Coba
Selasa, 12 Jul 2005 08:22 WIB
Jakarta - Nantinya kemacetan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, sedikit terurai. Underpass Pondok Indah yang dikebut 24 jam saban hari, mulai diujicobakan pada Selasa (12/7/2005) khusus untuk ruas Lebakbulus-Kebayoran Lama. Hati-hati pejalan kaki!Sudah bukan rahasia lagi, pembangunan Mal Pondok Indah II dan underpass kian memperparah lalu lintas di kawasan Pondok Indah dan sekitarnya setahun belakangan ini. Tapi mulai hari ini, kekisutan ini sudah mulai mencair. Kendaraan dari arah Lebakbulus yang hendak ke Kebayoran Lama dan sekitarnya, sudah bisa 'menyusup' ke jalan bawah tanah alias underpass.Dari depan Mal Pondok Indah, sejumlah polisi mengarahkan laju kendaraan ke arah underpass. Yang lewat belum banyak benar. Hanya beberapa gelintir motor dan mobil. Mereka memacu kendaraan dengan kecepatan cukup tinggi. Maklum, di underpass masih sepi. Laju kendaraan pun lempeng-lempeng saja.Mereka yang lewat undepass, akan menyembul di ruas jalan persis Masjid Pondok Indah (MPI), tak jauh dari gedung perkantoran Wisma Pondok Indah (WPI).Hal inilah yang cukup berbahaya. Sebab biasanya para pekerja yang mengantor di WPI dari arah Kebayoran Lama yang menumpang bus, turun di halte Masjid PI, lalu menyeberang. Mereka berdiri dulu di jalur hijau untuk menunggu lalu lintas dari arah Lebakbulus reda. Biasanya kalau lampu merah, mereka mulai menyeberang.Sekarang kondisinya berbeda. Kendaraan dari underpass melaju dengan kecepatan optimum dan menyembul secara mendadak di tempat biasanya para penyeberang melintas."Saya tadi kaget banget soalnya ada kendaraan dari underpass," komentar Anti, warga Rawamangun yang juga penumpang setia bus PAC 16 Rawamangun-Lebakbulus. Anti adalah karyawati yang bekerja di sebuah kantor di gedung jangkung WPI.Tak cuma Anti yang mengaku kaget. Adrian, juga berkantor di WPI, terkejut alang kepalang. "Nggak ada pemberitahuan atau pengumuman sebelumnya. Jadi ya kaget. Syukurlah yang muncul dari underpass tadi masih sedikit, jadi nyeberang juga nggak susah banget," tuturnya.Dengan melihat pemandangan seperti itu, jembatan penyeberangan tampaknya sudah mendesak untuk dibangun di kawasan yang terus bertumbuh ini.
(nrl/)











































