"Saya nggak setuju militer jadi pemimpin negara. Militer tugasnya menjaga negara, mempertahankan wilayah, mempertahankan kekayaan alam, menjaga keselamatan rakyat terhadap asing," kata Sri Bintang Pamungkas dalam diskusi bertajuk 'Peringati Lengsernya Soeharto, Amien Rais Bapak Reformasi?' di UP2YU Coffe & Resto Ibis Budget Hotel Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2018).
Ia mengatakan, jika ada pensiunan militer yang ingin bermain politik menjadi kepala daerah, gubernur, hingga presiden, dikatakannya, itu sudah mengkhianati cita-cita orang tersebut saat masih menjadi tentara. Ia mengatakan pensiunan militer di luar negeri mendapat posisi sebagai penasihat dalam bidang militer, bukan menjadi pemimpin negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya lebih lanjut soal sosok pensiunan militer yang dimaksud, Sri Bintang tidak menjelaskannya secara rinci. Ia mengatakan selama ini dia tidak mendukung presiden atau calon presiden mana pun.
"(Prabowo jadi presiden) saya nggak setuju. Saya juga nggak setuju dengan SBY, Soeharto, Jokowi. Ya, kan, semua presiden saya tolak selama UU Pemilu masih seperti ini, barisan-barisan Soeharto, transaksional, main duit nggak ada ya harus diganti," ungkapnya.
Bintang sendiri sudah menduga, jika Prabowo menjadi presiden, sistem otoriter akan diterapkan di Indonesia. Kendati begitu, ia juga tidak mendukung Jokowi untuk dua periode menjabat presiden. Sri Bintang menegaskan negara tidak akan baik jika pemimpinnya diambil dari seseorang yang berpendidikan militer.
"(Indonesia tidak bisa dipimpin orang militer) ndak bisa. Didukung kemiliteran dia itu sudah menjadi buktilah, Soeharto gimana? SBY gimana?" ungkapnya. (gbr/imk)










































