DetikNews
Senin 07 Mei 2018, 17:09 WIB

Relawan Pramuka Ungkap Kondisi Sedih Pengungsi Palestina-Suriah

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Relawan Pramuka Ungkap Kondisi Sedih Pengungsi Palestina-Suriah Foto: Relawan Pramuka ke kamp pengungsi Suriah dan Palestina (dok. Pramuka)
Jakarta - Relawan Pramuka, Eko Sulistio mendistribusikan bantuan untuk pengungsi Palestina dan Suriah. Eko menceritakan bagaimana sedihnya kondisi pengungsi Palestina dan Suriah.

Kwarnas Gerakan Pramuka, yang diwakili Andalan Nasional urusan Abdimasgana, Eko Sulistio mendistribusikan bantuan sejak Rabu (2/5/2018) di kamp-kamp pengungsian Suriah di Kumarov Saab'a, Provinsi Mafraq, perbatasan Yordania dan Suriah.


Diceritakan Eko, warga, terutama anak-anak dan ibu-ibu, sangat senang menerima bantuan yang diberikan relawan Pramuka. Terlebih, mereka jadi punya stok bahan makananan untuk menghadapi bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi.

"Bantuan pertama yang kami berikan pada hari Rabu, Kamis dan Jumat (2-4 Mei 2018) berupa 500 paket bahan makanan, terdiri dari beras, minyak goreng, keju, susu, gula, teh, mie instan, ikan tuna, tepung gandum roti, biskuit, dan cokelat," ujar Eko Sulistio dalam siaran pers dari Pramuka, Senin (7/5/2018).

"Kemudian, 15 paket tenda keluarga, serta mainan untuk anak-anak pengungsi Suriah. Kami juga mendistribusikan bantuan mobil ambulans dari Darut Tauhid untuk pengungsi Palestina dan Suriah," imbuhnya.


Relawan Pramuka Ungkap Kondisi Sedih Pengungsi Palestina-SuriahFoto: Relawan Pramuka ke kamp pengungsi Suriah dan Palestina (dok. Pramuka)

Eko mengaku sedih melihat kondisi pengungsi di kamp-kamp pengungsian yang memprihatinkan. Menurut dia yang saat ini tengah berada di lokasi, masih banyak bantuan yang dibutuhkan oleh para pengungsi Palestina dan Suriah.

Saat ini, kata Eko, fasilitas kesehatan, tenda dan air bersih masih sangat kurang. Bahan makanan untuk menghadapi bulan Ramadan juga masih sangat minim. Hal yang memprihatinkan lagi adalah tidak adanya toilet, sehingga kotoran manusia diceritakannya berserakan di mana-mana.

Eko saat ini berada di Kota Amman Yordania sampai tanggal 25 Mei 2018. Menurutnya, Yordania adalah negara terbanyak pertama penampung pengungsi Palestina dan negara terbanyak kedua setelah Turki sebagai penampung pengungsi Suriah.

"Ke depan kami akan kembali mendistribusikan bantuan ke kamp-kamp pengungsian Palestina di kamp Zarqo, kamp Hittin, dan kamp Buq'ah, berupa buka puasa bersama, distribusi bahan makanan paket Ramadan, higienis packet family, obat-obatan, tenda-tenda untuk keluarga," katanya.

Relawan Pramuka Ungkap Kondisi Sedih Pengungsi Palestina-SuriahFoto: Relawan Pramuka ke kamp pengungsi Suriah dan Palestina (dok. Pramuka)

Menurut penuturan anggota Satgas Pramuka Peduli Kwarnas Gerakan Pramuka iut, kondisi di perbatasan Palestina dijaga ketat militer Israel. Kondisi ini cukup menyulitkan proses distribusi bantuan yang akan dikirim ke Palestina secara langsung.

"Akibatnya kami gunakan skenario berikut. Pertama, pembagian bantuan ke warga Palestina yang ada di penampungan-penampungan di Yordania. Kedua, mitra kita yang ada di tepi barat atau Jerusalem harus keluar menemui kami di perbatasan untuk menerima bantuan dan selanjutnya mitra kami yang akan langsung mendistribusikan di dalam Palestina," paparnya.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault menambahkan, selama melakukan proses pendistribusian bantuan kepada pengungsi Palestina dan Suriah, Eko dibantu oleh Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Yordania (HPMI). Eko juga didukung oleh pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) setempat.

"Terima kasih banyak atas dukungan semua pihak, seperti donatur dan pihak-pihak yang telah membantu proses pendistribusian bantuan ke kamp-kamp pengungsian, dari Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Yordania dan KBRI di sana," ungkap Menpora periode 2004-2009 ini.
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed