ADVERTISEMENT

Cerita Soal Novanto Tiba-tiba Sadar dan Pegang Tangan Penyidik KPK

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 07 Mei 2018 15:28 WIB
Penyidik KPK Riska Anungnata bersaksi di sidang Fredrich Yunadi (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - Fredrich Yunadi disebut selalu bernada tinggi ketika berhadapan dengan penyidik KPK saat menjadi pengacara Setya Novanto. Salah satu momen ketika Fredrich mengomel yaitu ketika Novanto hendak ditahan.

Peristiwa itu diceritakan penyidik KPK Riska Anungnata yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara perintangan penyidikan dengan terdakwa Fredrich. Riska menyebut peristiwa itu terjadi di ruang inap RS Medika Permata Hijau.

Saat itu, selain melakukan penahanan, penyidik juga merujuk Novanto ke RSCM Kencana. Fredrich menyebut tindakan penyidik tidak sesuai aturan dan melanggar HAM.


"Ketika disampaikan surat perintah penahanan, Pak Setya Novanto mungkin sedikit sadar, saya sebelum turun ke bawah, Bu Deisti (Deisti Astriani Tagor, istri Novanto) ada di situ, kemudian disampaikan surat perintah penahanan, mulai sekarang hingga beberapa hari ke depan ditahan. Pak Fredrich menyampaikan coba lihat dulu, dibaca, 'nggak sesuai ketentuan, melanggar HAM ini'," kata Riska menirukan ucapan Fredrich dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (7/5/2018).

Fredrich, menurut Riska, kemudian memberi saran ke Deisti untuk menolak surat perintah penahanan tersebut. Keributan pun terjadi hingga tiba-tiba Novanto yang saat itu menurut Riska setengah sadar akhirnya sadar sepenuhnya. Namun, ketika sadar, Novanto malah memegang tangan Ambarita Damanik, penyidik senior KPK yang juga ada di lokasi.

"Begitu ribut, Pak Novanto memegang tangan Pak Damanik, 'sudah jangan ribut, saya ikut saja'. Akhirnya keluar ke bawah," kata Riska.


Selain itu, Riska menyebut Fredrich selalu berupaya mengusir petugas KPK di kamar perawatan Novanto di RS Medika Permata Hijau. Menurut Riska, upaya pengusiran dari Fredrich mulai dari memerintah ke perawat hingga ke kepala keamanan rumah sakit.

"Saya dengan tim sempat beberapa kali bersitegang, suara cukup tinggi, perawat lihat kami dianggap mengganggu, Pak Damanik bilang 'jangan emosi, biasa-biasa saja'. Kami sampaikan nggak ada niat mengganggu, kami menjalankan tugas, beliau dimulai perawat merasa terganggu, kami diminta keluar, kami jelaskan nggak bisa, kami jaga Setya Novanto," kata Riska.

"Fredrich minta kami keluar, kami jelaskan alasan sama, kami diminta keluar tetap di sini. Beliau panggil Chief Security namanya Pak Mansur, tolong disuruh keluar, karena mengganggu. Saya sampaikan Pak Mansur, kami nggak akan keluar, kami jaga beliau," imbuh Riska. (ams/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT