Pemerintah Perbarui Sistem Pendataan WNI di Arab Saudi

Pemerintah Perbarui Sistem Pendataan WNI di Arab Saudi

Marlinda Oktavia Ekawati - detikNews
Senin, 07 Mei 2018 14:11 WIB
Pemerintah Perbarui Sistem Pendataan WNI di Arab Saudi
Foto: Suasana pertemuan di Kemlu RI (Marlinda-detikcom)
Jakarta - Pemerintah Indonesia sedang melakukan pembaruan sistem pendataan untuk warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal atau berkunjung ke Arab Saudi. Pendaftaran WNI di Arab Saudi akan dipermudah melalui sistem pendaftaran satu pintu.

"Nanti kita akan banyak memberikan kemudahan-kemudahan buat WNI yang ada di Arab Saudi untuk mendaftarkan diri," kata Kasubdit Kawasan 2 Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Arif Hidayat, saat jumpa pers di Kedubes Arab Saudi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2018).

Arif menjelaskan, pembaruan sistem pendataan WNI di Arab Saudi saat ini sedang dilakukan. Ini jadi penting karena Arab Saudi merupakan negara yang jumlah WNI-nya banyak. Nomor dua setelah Malaysia. Menurutnya ini menjadi satu perhatian pemerintah di pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Arif menjelaskan, pendaftaran ini bukan hanya untuk kepentingan WNI saat berada di Arab Saudi. Pendaftaran ini, lanjutnya, juga untuk kepentingan WNI saat pulang ke Indonesia.

"Jadi tidak hanya berhenti untuk kepentingan di Arab Saudi saja atau ketika mereka mengurus urusannya dengan Konsulat Jenderal di Jeddah maupun di Kedubes RI di Riyadh. Namun kelanjutan proses administrasi kependudukan, asuransi dan segalanya setelah mereka sampai di Indonesia. Kita akan menuju ke sana," tuturnya.

Arif mengatakan, pemerintah telah secara resmi meminta pemerintah Arab Saudi untuk mendukung pembaruan sistem pendataan ini. Ia berharap, dengan kerja sama pemerintah Arab Saudi proyek ini akan berhasil mengatasi berbagai permasalahan WNI di Arab Saudi, terutama dalam kaitannya dengan tenaga kerja Indonesia (TKI).

"Kita cukup optimis dengan proyeksi ke depan bahwa melalui pendataan terpusat dan terintegrasi maka kasus-kasus seperti kasus TKI di Arab Saudi akan sedikit mulai bisa dikurangi," ujarnya.

Menanggapi Arif, Dubes Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Mohammad Abdullah Alshuaib memastikan pihaknya akan sangat mendukung pembaruan sistem pendataan yang dilakukan pemerintah Indonesia.


"Berkaitan dengan pelaksanaan sistem atau pengaturan sistem satu pintu yang akan dilakukan oleh Kemlu dalam hal ini perwakilan Saudi Arabia, itu merupakan satu hal yang patut kita apresiasi dan merupakan hal kewajiban masing-masing kedutaan di masing-masing negara seperti begitu juga yang ada di sini ada bagian khusus untuk warga negara dan itu merupakan sudah tugas kedutaan dan tugas perwakilan asing di mana saja berada," tuturnya.

Menurut Osama, dengan sistem satu pintu tersebut akan memberikan dampak positif terhadap hal-hal yang terutama berkaitan dengan ketenagakerjaan. Misalnya, jaminan baik terhadap majikan atau yang memperkerjakan, maupun pekerja itu sendiri.

"Dalam hal ini baik domestik maupun di sektor-sektor lainnya. Praktek ini mencakup hal-hal seperti berkaitan nantinya asuransi, dan juga hal-hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan secara umum sesuai dengan hak-hak asasi manusia yang berlaku di dunia. Untuk itu kami sangat mendukungnya," ungkap Osama.

Dalam kesempatan ini Osama juga menyampaikan bahwa pemerintah Arab Saudi sangat terbuka untuk perwakilan-perwakilan asing di Arab Saudi untuk melakukan maupun memperbaharui informasi data-data warga negaranya. Hal itu, lanjutnya, merupakan salah satu yang menjadi fokus dari pemerintahnya.

"Kami sangat terbuka untuk itu, kami sangat mendukung dan memberikan perhatian yang ada di Saudi Arabia," katanya.

[Gambas:Video 20detik]

(hri/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads