Ribuan Rumah Untuk Pengungsi Akan Dibangun di NAD

Ribuan Rumah Untuk Pengungsi Akan Dibangun di NAD

- detikNews
Selasa, 12 Jul 2005 00:24 WIB
Banda Aceh - Sebanyak 3.700 unit rumah akan dibangun untuk para korban tsunami di daerah Banda Aceh, Aceh Besar dan Meulaboh. Pembangunan ini mengurangi kebutuhan rumah yang mencapai sekitar 170 ribu buah bagi para korban tsunami yang masih tinggal di tenda dan barak."Jika pembebasan tanah diselesaikan pada Juli ini, maka Agustus kami sudah bisa memulai pembangunan rumah dengan type 36 ini dan mudah-mudahan jika material bangunan tersedia akan selesai dalam tempo 9 bulan," jelas Wakil Ketua Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kesumah pada wartawan usai menandatangani MoU pembangunan perumahan di tiga kabupaten/kota di NAD dengan Pemda NAD, Senin (11/7/2005), di kantor BRR, Banda Aceh. Ia menambahkan rumah yang kelak dibangun merupakan rumah permanen. Untuk wilayah Banda Aceh, akan dibangun 700 unit di atas tanah seluas 8 hektar di kawasan Lam Seupeng. Sedangkan untuk wilayah Aceh Besar akan dibangun 2.000 unit rumah di 3 desa yakni Desa Meunasah Mon, Meunasah Tuha dan Meunasah Blang di Kecamatan Masjid Raya dengan total luas 80 hektar. Untuk Meulaboh akan dibangun 1.000 rumah di Kecamatan Meurebo dengan luas lahan 30 hektar. Relokasi perumahan bagi penduduk ini, tidak hanya sekedar menyediakan rumah. Tapi juga akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum, sanitasi dan air bersih. Bahkan, juga akan dibangun Balai Perempuan. Rumah yang akan dibangun juga didesain anti gempa dan memenuhi standar. "Rumah ini kita prioritaskan kepada para pengungsi yang tidak ada rumah dan sudah tidak memiliki tanah lagi," kata Sugianto.Plt Gubernur NAD, Azwar Abubakar dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, pihaknya berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan pembebasan tanah pada Juli ini. Diakuinya, ada beberapa kendala dalam proses pembebasan ini. "Mudah-mudahan segera bisa kita bayar. Untuk tanah di kawasan Banda Aceh kitamengganti rugi tanah masyarakat itu, Rp 200 ribu per meter, untuk kawasan Aceh Besar Rp 1.000 ribu. Sulit sekali mencari tanah saat ini," jelas Azwar.Menurut Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin, untuk daerah Banda Aceh, terdapat tiga kecamatan yakni Jaya Baru, Meuraxa dan Kutaraja yang kondisi perumahannya hancur total. Kemungkinan, warga di tiga titik ini akan mendapat prioritas. Saat ini disebutkannya, Banda Aceh memerlukan sedikitnya 20.907 rumah.Ketua Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias, Kuntoro Mangkusubrotomenambahkan, dari data yang sudah diklarifikasi, Aceh membutuhkan 75 ribu sampai 80 ribu rumah baru dan sekitar 90 ribu rumah yang harus diperbaiki. Sementara, dari janji-janji yang sudah ditebar pihak NGO, ada sekitar 184 ribu rumah yang akan dibangun di wilayah-wilayah Aceh yang terkena bencana gempa dan tsunami. "Jika kita lihat, maka sebetulnya jumlah rumah yang akan dibangun melebihi kebutuhan," ungkapnya.Tapi sejauh ini, baru beberapa NGO yang sudah merealisasikan pembangunan rumah baik yang permanen maupun semi permanen gagi para korban tsunami. "Pemerintah nantinya hanya akan menambah berapa kebutuhan rumah setelah para NGO melakukan pembangunan," tambah Eddy Pirwanto, Deputi Pembangunan Infrastruktur dan Penatagunaan Lahan BRR. Saat ini katanya, pemerintah sudah menganggarkan dana untuk membangun 7.500 unit rumah. (ton/)


Berita Terkait