Kelangkaan BBM
Direksi Pertamina Diminta Mundur
Senin, 11 Jul 2005 17:23 WIB
Jakarta - Atasi kelangkaan BBM secepatnya. Bila tidak mampu, lebih baik direksi Pertamina diganti atau mundur saja. Itu komentar Ketua DPR Agung Laksono menanggapi masalah kelangkaan BBM yang berlarut-larut.Menurut Agung, kelangkaan BBM disebabkan oleh keterlambatan distribusi yang merupakan tanggung jawab Pertamina. Sehingga sudah sewajarnya jika direksi Pertamina diganti atau mundur jika tidak bisa mengatasinya."Karena janjinya kurang dari dua minggu sudah teratasi ketika saya berkunjung Depo Plumpang, sekarang sudah lebih," kata Agung dalam jumpa pers di ruang kerjanya di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/7/2005).Agung juga meminta BPK untuk mengaudit Pertamina. Sebab selama ini Pertamina belum diaudit."Pertamina belum diaudit. BPPN belum diaudit. Sehingga dugaan korupsi belum diproses karena datanya belum ditemukan oleh DPR."Ditambahkan Agung, dengan adanya pergantian direksi, diharapkan ada terobosan-terobosan baru dalam distribusi BBM. Karena persoalan distribusi BBM merupakan persoalan rutin Pertamina sehingga tidak ada alasan untuk tidak bisa mengatasinya.Pertamina, lanjut Agung, memiliki armada tanker, kapal, dan mobil-mobil tangki untuk keperluan distribusi. Selain itu, pemerintah sudah turun tangan secara langsung, Menkeu sudah mengeluarkan uang, dan DPR sudah mengalokasikan anggaran tambahan. "Tidak ada alasan lagi kalau sekarang masih ada yang antre-antre. Karena sudah cukup lama (terjadinya kelangkaan ini). Meski di Jakarta sudah teratasi tapi di luar Jakarta masih terjadi di sana sini," demikian Agung Laksono.
(gtp/)










































