DetikNews
Minggu 06 Mei 2018, 13:33 WIB

Laporan Dari Stockholm

Melihat Vasa, Kapal Perang Swedia yang Berusia 390 Tahun

Idham Kholid - detikNews
Melihat Vasa, Kapal Perang Swedia yang Berusia 390 Tahun Foto: Kapal Vasa di Museum Vasa, Stockholm, Swedia. (Idham-detikcom)
Stockholm - Swedia punya sejarah kapal perang yang berusia 390 tahun. Namun, Kapal yang bernama Vasa itu tenggelam di pelayaran perdananya pada tahun 1628 lampau.

Kapal Vasa itu kini berada di Vasamuseet atau Vasa Museum di Kota Stockholm, Swedia. detikcom mengunjungi museum itu disela kunjungan ke Pabrik Scania atas undangan PT United Tractors Tbk yang merupakan distributor resmi Scania di Indonesia.

Tiket masuk ke museum ini beragam. Untuk Dewasa dikenakan 130 Swedish Krona atau sekitar Rp 205.799, pelajar 110 Swedish Krona atau Rp 174138, sementara anak-anak hingga 18 tahun gratis.

Kapal Vasa di Museum Vasa, Stockholm, Swedia.Kapal Vasa di Museum Vasa, Stockholm, Swedia. Foto: (Idham-detikcom)

Vasa Museum tampak ramai akhir pekan lalu. Dari anak-anak, remaja, hingga orang tua terlihat memenuhi museum.

Kapal Vasa dipajang di tengah museum dengan dipasangi penyangga. Ada patung singa di beberapa sisinya yang disebut sebagai simbol kekuatan.

"98 persen kapal ini masih asli," ujar seorang pemandu.

Kapal ini dibangun oleh Raja Gustavus Adolphus, Raja Swedia yang bertahta pada 1626-1628.


Dia menghabiskan bertahun-tahun untuk merancang Vasa. Segala pikirannya tercurah pada ukuran, bobot, panjang, tinggi, hingga hal detail seperti ornamen dan motif patung di kapal itu. Sebagai Raja Swedia yang bertahta pada 1626-1628, Adolphus bertumpu pada sebuah harapan: hasil karyanya menjadi kapal perang terbesar dan termegah sepanjang masa.

Vasa pun dibuat berdasarkan perhitungan ukuran spesifik yang diberikan Adolphus. Panjangnya 69 meter dengan tinggi 52,5 meter. Tiga buah tiang menancap kuat, dengan 10 layar yang berkibar. Dek atas dan bawah mengangkut 64 meriam. Kapal ini bisa memuat 145 pelaut dan 300 tentara.

Biaya yang dikeluarkan Sang Raja tak tanggung-tanggung, 100 ribu Dalers atau 2% GNP (Gross National Product) Swedia pada masa itu. Vasa pun rampung pada 1628, dan tibalah saat pelayaran pertama pada 10 Agustus tahun itu.

Ribuan orang berkumpul di Pelabuhan Stockholm, menyaksikan kapal super indah itu berlayar untuk kali pertama. Disebut indah karena Vasa memiliki 700 patung dan ornamen kayu, mencerminkan gaya masa akhir Rennaisance sekaligus awal Baroque. Ornamen-ornamennya terinspirasi dari mitologi Yunani, kitab Injil, juga sejarah Kerajaan Romawi.

Namun, perjuangan dan harapan yang besar akan kapal ini mendadak lenyap. Vasa tenggelam hanya 400 meter dari pelabuhan. Raja Adolphus tercekat, harapannya sirna. Ribuan masyarakat Stockholm menjadi saksi kapal yang perlahan dipeluk ombak. Dalam tragedi ini, 30 orang ikut tenggelam.

Tak ada pihak yang dihukum karena ini, tentu saja, karena Sang Raja sendiri yang mengukurnya dengan teliti. Tangan kanan Raja yang berpartisipasi dalam pembangunan kapal itu pun ikut tenggelam.

Pada 1961, warga Swedia merekonstruksi Vasa. Semua potongan kapal direkatkan, dibentuk seperti kapal aslinya. Inilah yang bisa Anda lihat di Vasamuseet, atau Vasa Museum yang terletak di Kota Stockholm.
(idh/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed