Presiden akan Kurangi Jumlah Iring-iringan Konvoi
Senin, 11 Jul 2005 16:00 WIB
Jakarta -
Inilah cara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memelopori program penghematan energi dari lingkungan Istana Kepresidenan. AC dihidupkan pada posisi 28 derajat Celcius, penggunaan listrik dikurangi, pakaian batik lengan pendek dan jumlah iring-iringan Presiden akan dikurangi.Dari seluruh program penghematan energi di lingkungan Istana Kepresidenan itu, hari ini, Senin (11/7/2005) program yang paling mencolok adalah penggunaan AC. Biasanya selama ini ruangan ber-AC sangat dingin menggigit, hari ini dipasang pada posisi 28 derajat Celcius.Posisi ini ini lebih tinggi daripada permintaan awal yakni, 25 derajat Celcius. Penampilan Presiden hari ini juga tampak lain dari biasanya. Jika pada hari-hari sebelumnya mengenakan baju safari atau jas, dan pada hari Sabtu-Minggu sering menggunakan baju batik lengan panjang, pada hari ini SBY mengenakan kemeja batik lengan pendek. "Untuk perangkat kepresidenan, Sesneg, Seskab dan Kantor Presiden dan Kantor Wapres, juga melakukan penyesuaian terkait dengan Inpres 10 tahun 2005. Apakah itu busana, penerangan, dan pendingin ruangan secara bertahap," kata Presiden SBY kepada wartawan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (11/7/2005). Dalam kesempatan tersebut, SBY juga menyatakan telah meminta Komandan Paspampres untuk mengurangi jumlah rangkaian konvoi Presiden dan Wapres. "Motor dikurangi, mobil dikurangi, dengan demikian , kita juga ikut berkontribusi dalam penghematan ini," ujar SBY.SBY melanjutkan, jika selama ini jumlah rangakaian konvoi Presiden dan Wapres panjang, itu bukan tanpa alasan. "Kalau jumlahnya banyak selama ini, bukan untuk kenyamanan, tetapi demi keamanan. Di negara mana pun Presiden dan Wapres dapat pengamanan yang ketat," imbuhnya.Imbauan ke Masyarakat Menengah AtasDalam kesempatan tersebut, SBY menegaskan bahwa imbauan penghematan energi nasional ini lebih ditujukan kepada kalangan menengah ke atas yang selama ini dinilai cukup boros mengkomsumsi listrik, BBM dan sarana untuk tranportasi mereka. "Rakyat yang sudah pas-pasan, tidak perlu lagi diimbau karena memang sudah hemat. Saya berterima kasih pada mereka," kata SBY.Presiden yakin kalangan menengah atas bisa memahami kesulitan pemerintah saat ini dalam memenuhi ketersediaan pasokan BBM nasional. Ia berharap mereka dapat membantu pemerintah dengan melakukan penyesuaian dalam rangka penghematan agar rakyat tidak semakin menderita."Sekali-kali mengurangi kenyamanan, dan bukan mengurangi tugas-tugas pembangunan ekonomi kita," tambah Presiden yang baru saja menikahkan anaknya ini.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































