"Saya memang mengantar penumpang atas nama seperti yang disebut menjadi korban perampokan. Tapi saya katakan bahwa saya mengantar korban ke tujuan dengan selamat," kata sopir Grabcar, Darmadi, saat ditemui di Polda Sumsel, Sabtu (5/5/2018).
Darmadi mengakui mobil miliknya yang digunakan untuk narik penumpang sama persis dengan yang dilaporkan ke Polresta Palembang. Namun tujuan penjemputan dan pengantaran itu tidak sesuai dengan keterangan berdasarkan laporan korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Driver taksi online berkumpul di Mapolda Sumsel. (Raja Adil/detikcom) |
Membantah telah melakukan tindakan kriminal, pria berusia 46 tahun ini pun langsung mendatangi kantor Grab dan Polda Sumsel. Di hadapan polisi, dia membantah melakukan perampokan dan percobaan pemerkosaan.
Tidak hanya itu, Darmadi juga mengaku akan membantu polisi dan siap menjadi saksi dalam laporan korban.
"Saya siap memberikan keterangan kalau polisi memanggil. Faktanya, saya tidak ada melakukan apa-apa terhadap penumpang saya selama ini," katanya kesal.
Tim Pemantau Lapangan Grab cabang Palembang, Putra Ady Wibowo, turut membenarkan bahwa Darmadi adalah sopir yang menerima orderan korban. Bahkan riwayat perjalanan itu tercatat dalam aplikasi Grab.
"Dari data Grab benar bahwa Darmadi ini yang mengantar penumpang atas nama Apriliani. Selain Darmadi, ada juga sopir lain yang menerima orderan atas nama serupa dan orang yang sama, tapi mobil sopir satunya lagi itu berwarna silver," kata Wibowo.
"Kedua sopir sudah dimintai keterangan dan mereka membantah itu. Mereka siap menjadi saksi jika dipanggil penyidik dan siap mengklarifikasi fakta yang terjadi di lapangan," imbuh Wibowo.
Sebagaimana diketahui, pada Jumat (4/5/2018) malam, beredar kabar salah seorang mahasiswi yang menjadi korban perampokan. Dia pun mengaku nyaris akan diperkosa karena telah digerayangi pelaku yang jumlahnya disebut lebih dari satu orang. (tor/tor)












































Driver taksi online berkumpul di Mapolda Sumsel. (Raja Adil/detikcom)