Ke Polda Sumsel, Driver Taksi Online Bantah Rampok-Cabuli Mahasiswi

Ke Polda Sumsel, Driver Taksi Online Bantah Rampok-Cabuli Mahasiswi

Raja Adil Siregar - detikNews
Sabtu, 05 Mei 2018 17:21 WIB
Ke Polda Sumsel, Driver Taksi Online Bantah Rampok-Cabuli Mahasiswi
Darmadi, driver taksi online yang membawa Avanza merah. (Raja Adil/detikcom)
Palembang - Dua driver taksi online di Palembang membantah melakukan perampokan dan percobaan pemerkosaan terhadap salah seorang mahasiswi yang jadi penumpangnya. Keduanya mengaku telah mengantar korban ke tujuan dengan selamat.

"Saya memang mengantar penumpang atas nama seperti yang disebut menjadi korban perampokan. Tapi saya katakan bahwa saya mengantar korban ke tujuan dengan selamat," kata sopir Grabcar, Darmadi, saat ditemui di Polda Sumsel, Sabtu (5/5/2018).


Darmadi mengakui mobil miliknya yang digunakan untuk narik penumpang sama persis dengan yang dilaporkan ke Polresta Palembang. Namun tujuan penjemputan dan pengantaran itu tidak sesuai dengan keterangan berdasarkan laporan korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya jemput dia di International Plaza dengan tujuannya ke Hotel Anugrah di Jalan Jenderal Sudirman. Mobil saat itu juga sama dengan di aplikasi, Avanza merah pelat BG-1106-RA. Setibanya di lokasi pengantaran, dia langsung turun dan saya dapat orderan lagi," katanya.

Ke Polda Sumsel, Driver Taksi Online Bantah Rampok-Cabuli MahasiswiDriver taksi online berkumpul di Mapolda Sumsel. (Raja Adil/detikcom)

Membantah telah melakukan tindakan kriminal, pria berusia 46 tahun ini pun langsung mendatangi kantor Grab dan Polda Sumsel. Di hadapan polisi, dia membantah melakukan perampokan dan percobaan pemerkosaan.

Tidak hanya itu, Darmadi juga mengaku akan membantu polisi dan siap menjadi saksi dalam laporan korban.

"Saya siap memberikan keterangan kalau polisi memanggil. Faktanya, saya tidak ada melakukan apa-apa terhadap penumpang saya selama ini," katanya kesal.


Tim Pemantau Lapangan Grab cabang Palembang, Putra Ady Wibowo, turut membenarkan bahwa Darmadi adalah sopir yang menerima orderan korban. Bahkan riwayat perjalanan itu tercatat dalam aplikasi Grab.

"Dari data Grab benar bahwa Darmadi ini yang mengantar penumpang atas nama Apriliani. Selain Darmadi, ada juga sopir lain yang menerima orderan atas nama serupa dan orang yang sama, tapi mobil sopir satunya lagi itu berwarna silver," kata Wibowo.

"Kedua sopir sudah dimintai keterangan dan mereka membantah itu. Mereka siap menjadi saksi jika dipanggil penyidik dan siap mengklarifikasi fakta yang terjadi di lapangan," imbuh Wibowo.

Sebagaimana diketahui, pada Jumat (4/5/2018) malam, beredar kabar salah seorang mahasiswi yang menjadi korban perampokan. Dia pun mengaku nyaris akan diperkosa karena telah digerayangi pelaku yang jumlahnya disebut lebih dari satu orang. (tor/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads