Agung: Pertimbangkan Rencana BURT dan Baleg ke Luar Negeri

Agung: Pertimbangkan Rencana BURT dan Baleg ke Luar Negeri

- detikNews
Senin, 11 Jul 2005 15:29 WIB
Jakarta - Studi banding ke luar negeri boleh-boleh saja. Namun ada baiknya melihat kondisi negara sekarang dan apakah memiliki tingkat urgensi yang sangat penting. Apalagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah membatalkan kunjungannya ke Cina. Untuk itu, rencana Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan Badan Legislatif (Baleg) DPR untuk melakukan studi banding ke sejumlah negara diminta untuk dipertimbangkan."Apakah memang sangat penting. Kalau bisa, sesuai dengan penghematan negara, ya dipertimbangkan dulu rencana tersebut," kata Ketua DPR RI Agung Laksono kepada wartawan di Gedung MPR/DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (11/7/2005).Agung menghargai sikap pemerintah yang sudah membatalkan kunjungan ke luar negeri ke Cina terkait dengan pertimbangan penghematan yang dilakukan negara. Namun mengenai rencana BURT dan Baleg ke luar negeri, Agung menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga-lembaga tersebut. Hal itu disebabkan program studi banding ke luar negeri memang sudah dianggarkan."Itu sudah program, tapi saya serahkan kepada lembaga terkait untuk memikirkan kembali. Apakah harus berangkat sekarang atau ditunda," tambah Agung.Ditanya soal rencana Komisi I DPR dan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, Agung mengaku tidak mengetahui rencana tersebut. Namun Agung mengakui BKSAP mempunyai program pertemuan di Laos, terkait dengan persiapan International Parliament Union (IPO)."Kalau komisi-komisi, saya tidak tahu. Kalau KSAP itu, ya karena ada pertemuan untuk persiapan parlemen dunia," jelasnya.Anggota Baleg dijadwalkan melakukan studi banding ke Prancis dan Amerika Serikat pada bulan ini. Sedangkan 30 anggota BURT akan melakukan studi banding ke Korea Selatan (Korsel) dan Thailand pada awal Agustus 2005. (atq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads