Tunda Lawatan, Presiden SBY Minta Pengertian dari Cina

Tunda Lawatan, Presiden SBY Minta Pengertian dari Cina

- detikNews
Senin, 11 Jul 2005 14:51 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunda lawatannya ke Cina, Thailand, dan Brunei Darussalam karena lebih memprioritaskan penanganan masalah domestik. Atas kebijakan ini Presiden SBY meminta pemahaman dan pengertian dari pemimpin ketiga negara tersebut.Presiden SBY, dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (11/7/20905), menjelaskan melalui saluran diplomatik pemerintah RI sudah meminta pemahaman dan pengertian dari pimpinan ketiga negara yang semula akan dikunjungi pada 13 sampai 20 Juli ini.Kunjungan akan dijadwalkan ulang hingga kesempatan pertama setelah masalah domestik, yakni kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), dapat diatasi. Jadwal baru belum dapat ditetapkan karena masih memerlukan koordinasi antara pemerintah RI dengan ketiga negara yang akan dikunjungi."Kunjungan itu tetap penting. Brunei dan Thailand merupakan sahabat dan mitra kita dan sesama anggota ASEAN. Demikian juga dengan RRC, hubungan kedua negara semakin kuat. Terlebih dengan ditandanganinya deklarasi kemitraan strategis dalam kunjungan Presiden RRC Hu Jintao beberapa waktu lalu," kata Presiden SBY.Dijelaskan SBY, lawatan ke Cina, Thailand dan Brunei ditunda karena masih ada kelangkaaan BBM. Saat ini kondisinya memang semakin membaik namun masih ada beberapa daerah mengalami kelangkaan BBM. Ini terlihat dengan adanya antrean di beberapa tempat. "Oleh karena itu sebagai presiden saya memilih menunda kunjungan ini. Memilih untuk memimpin, mengendalikan, memantau, memberi arahan, dan mengecek ke lapangan semua upaya mengatasinya. Sehingga masalah kelangkaan BBM dapat diselesaikan dengan relatif baik," ujar SBY.Presiden SBY juga menjelaskan penundaan kunjungan ke luar negeri dengan pertimbangan domestik pernah dilakukan di awal masa jabatannya atau masa 100 hari pemerintahan. Ketika itu SBY menunda kunjungan ke negara-negara ASEAN. Padahal selama ini ada tradisi Presiden RI keliling negara ASEAN di awal pemerintahannya.Rencana kunjungan ke Australia, Selandia Baru, dan Timor Leste pada akhir tahun 2004 juga ditunda karena ada musibah gempa dan tsunami di Aceh dan Nias. "Kecuali mengikuti KTT APEC di Dili dan KTT ASEAN di Laos. Karena itu wajib hukumnya," demikian Presiden SBY. (gtp/)


Berita Terkait