Pamit Novanto untuk Belajar dan Banyak Berdoa di Bui

Ray Jordan - detikNews
Sabtu, 05 Mei 2018 09:07 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Mantan Ketua Umum Golkar dan juga mantan Ketua DPR RI Setya Novanto dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Sebelum dibawa ke lapas itu, Novanto sempat berpamitan dan mengatakan hendak banyak belajar dan berdoa.

"Saya sekarang mau pamit. Saya dari kos-kosan, saya akan menuju ke tempat pesantren. Yang di sana, saya akan banyak belajar dan berdoa," kata Novanto ketika menuju mobil tahanan di rutan KPK yang akan mengantarnya ke Lapas Sukamiskin di Bandung, Jumat (4/5/2018) pukul 13.29 WIB.

Novanto, merasa dizalimi atas kasus yang menjeratnya. Dia yang mengenakan kaus hitam dibalut jaket hitam serta celana jins dan sepatu kets, mengatakan biar saja dia sendiri yang dizalimi dalam kasus ini. Meski demikian, Novanto mengucapkan permintaan maaf.


"Biarlah saya sendiri yang dizalimi dan mudah-mudahan bahwa mereka yang menzalimi dimaafkan dan tentu yang dizalimi dibalas oleh Allah SWT, baik di dunia dan di akhirat. Sekali lagi, saya mohon maaf sebesar-besarnya," ucap Novanto.

Pria yang pernah dipuji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai 'orang kuat' itu akhirnya menempati sel di Lapas Sukamiskin.

Setelah 'drama' berlarut-larut yang dilakoni, Novanto mengaku lelah sehingga tak mengajukan banding atas vonis 15 tahun penjara. KPK pun tak mengajukan banding, sehingga vonis Novanto itu berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Baca juga: Novanto Pamit

Novanto diyakini terbukti menerima duit total USD 7,3 juta dan melakukan intervensi dalam proyek itu. Dia divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Novanto juga dihukum membayar uang pengganti USD 7,3 juta yang dikurangi uang Rp 5 miliar yang dikembalikan ke KPK.

Selain itu, hak politik mantan Ketua DPR itu dicabut selama 5 tahun. Dengan begitu, Novanto tidak bisa menempati jabatan publik apapun selama 5 tahun setelah menjalani pemidanaan.

Terlepas dari itu, kiprah Novanto di politik cukup moncer. Awalnya, Novanto merupakan kader Kosgoro di tahun 1974. Kemudian Novanto menjadi anggota Partai Golkar serta terpilih menjadi anggota DPR Fraksi Partai Golkar selama 6 periode berturut-turut sejak 1999.

Kemudian, Novanto menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar dari tahun 2009. Hingga akhirnya di tahun 2014, Novanto menjadi Ketua DPR.

Saat menjadi ketua DPR Novanto pernah menyambangi Trump yang kala itu sedang melakukan kampanye Pilpres. Dalam pertemuan yang belakangan menjadi kontroversi itu, Trump menyebut Novanto sebagai orang kuat.

Dalam perjalanan politiknya, Novanto banyak diterpa kasus seperti 'papa minta saham' namun kasusnya selalu buntu. Hingga pada akhirnya, KPK yang turun tangan menjerat Novanto. Meski sempat lolos di praperadilan, akhirnya Novanto kembali menjadi tersangka dan kini telah dieksekusi. (jor/aan)