KPUD Maluku Diserbu Massa

KPUD Maluku Diserbu Massa

- detikNews
Senin, 11 Jul 2005 14:41 WIB
Ambon - Penetapan hasil Pilkada di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku oleh KPUD setempat mendapat protes keras. Para pemrotes ini menyerbu kantor KPUD Maluku yang berada di Jl. AY Patty, Ambon. Pilkada di SBT dimenangkan oleh pasangan Abdullah Fanath-Sitti Suruwaky yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Syarikat Indonesia. Penetapan ini diprotes, karena seminggu sebelumnya, KPUD SBT telah mengeluarkan satu keputusan untuk dilakukan pemilihan ulang khususnya bagi Kecamatan Geser yang memiliki 19 ribu pemilih. "Ada instruksi Mendagri bahwa akan ada pemilihan ulang di SBT, khususnya Kecamatan Geser. Tapi kok, tiba-tiba sudah diumumkan hasil finalnya," ujar Halil Hatala, pimpinan demonstran. Massa pemrotes yang terdiri dari sekitar 200 orang ini mulai mendatangi Kantor KPUD Maluku sekitar pukul 14.00 WIT. Bukan kali ini saja mereka menduduki kantor KPUD Maluku. Hal serupa juga pernah dilakukannya beberapa waktu lalu. Massa yang datang dengan berbagai spanduk dan poster bertuliskan protes terhadap hasil penetapan itu mengendarai empat buah mobil truk serta mobil angkutan kota ini. Massa langsung melakukan orasi. Massa ini merupakan pendukung dua calon Bupati lainnya, masing-masing Yusuf Rumatoras dan Taslim Tuhuteru. "Banyak pelanggaran Pilkada yang terjadi di SBT. Anehnya, berbagai pelanggaran yang sudah dilaporkan ke Panwaslu tidak ditindaklanjuti," teriak Halil. Penggelembungan suara pada beberapa tempat, kata Halil, juga dicueki KPUD maupun Panwaslu SBT.Penetapan hasil oleh KPUD SBT, menurut Halil, didasarkan atas intervensi Ketua KPUD Maluku, Idrus Tatuhey. "Ada VCD kami, yang kami rekam berisikan pertemuan antara KPUD SBT dengan DPRD SBT. Dari hasil temu itu, ketua KPUD SBT mengaku jika penetapan hasil ini merupakan settingan ketua KPUD Maluku," ujar Halil.Sebanyak 5 perwakilan demonstran diterima Ketua KPUD Maluku, Idrus Tatuhey dengan dua anggota KPUD lainnya, Jhon Ruhulessyn dan Thos Loilossa. Kepada perwakilan pendemo, Idrus menegaskan, tudingan miring terhadap dirinya itu merupakan sebuah fitnahan. "Saya sangat menyesal atas peryataan ketua KPUD SBT, Sidik Rumalowak itu. Saya bersumpah di hadapan saudara-saudara, saya tidak melakukan intervensi dalam bentuk apa pun. Saya tahu itu adalah independensi KPUD SBT. Saya nyatakan ini fitnah terhadap diri saya," kesal Idrus. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads