Gara-gara Bom, Banyak Warga London Terpaksa Naik Sepeda
Senin, 11 Jul 2005 14:32 WIB
Jakarta - Serangan bom London masih menyisakan ketakutan bagi penduduk ibukota Inggris itu. Khususnya bagi para pekerja yang setiap hari harus menggunakan alat transportasi umum. Saking takutnya, sebagian warga London memilih mengayuh sepeda daripada harus naik kereta bawah tanah atau bus. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (11/7/2005).Penjualan sepeda, mulai dari model yang bisa dilipat sampai model bermesin canggih, di toko-toko seluruh London bahkan langsung meroket sejak serangan bom pada Kamis (7/7/2005) lalu. Ledakan bom yang menghantam tiga kereta bawah tanah dan sebuah bus bertingkat itu menewaskan setidaknya 50 orang. Serangan teroris itu memaksa seluruh jaringan transportasi umum ditutup.Akibatnya, banyak komuter yang terpaksa berjalan kaki menuju tempat tujuan mereka. Bahkan dalam keputusasaan mereka, warga London menyerbu toko-toko sepeda dan membelinya agar mereka bisa melanjutkan perjalanan."Satu per satu orang-orang terus berdatangan di tengah keputusasaan," ujar Grant Young, pemilik toko sepeda Condor Bikes di London barat, yang menjual sekitar 50 sepeda pada hari berdarah itu. Ini sangat melonjak jika dibandingkan dengan hari-hari biasa yang hanya mampu menjual 15 sepeda.Lonjakan penjualan juga dialami Evans Cycles, distributor sepeda terbesar di Inggris, yang mampu menjual empat kali lipat -- sekitar 400 sepeda -- dibandingkan hari-hari biasa di sembilan outletnya di London tengah pada hari terjadinya serangan bom beruntun itu. Demikian diungkapkan Direktur Evans Cycles, Mark Smith.Fenomena ini menarik. Pasalnya, sebelum ledakan bom itu, banyak warga London yang merasa tidak aman bersepeda mengingat padatnya lalulintas di ibukota Inggris itu. Namun kini, ketakutan akan serangan teroris mengalahkan kekhawatiran tersebut. "Sekarang mereka merasa tidak aman di dalam transportasi umum, jadi saya pikir dalam beberapa pekan mendatang, akan lebih banyak orang yang mencoba sepeda," tutur Smith.
(ita/)











































