ADVERTISEMENT

Fredrich yang Malu Disebut Pengacara Bakpao

Rivki - detikNews
Jumat, 04 Mei 2018 20:15 WIB
Fredrich Yunadi pamer bakpao mirip benjol novanto (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Eks pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, yang kini duduk sebagai terdakwa perintangan penyidikan mengaku kesal dan malu. Dia malu lantaran disebut sebagai pengacara bakpao.

Kata 'bakpao' sendiri dilontarkan Fredrich ketika menyebut Setya Novanto mengalami sakit usai kecelakaan. Fredrich mengatakan, Novanto memiliki luka benjol sebesar bakpao di kepalanya akibat kecelakaan di Permata Hijau.

Istilah bakpao pun tetap di bawa ke persidangan. Rangkuman detikcom, Jumat (4/5/2018), Fredrich awalnya memprotes soal besarnya luka di kepala Setya Novanto yang sering dikait-kaitkan dengan bakpao.



Fredrich mengaku geram karena jaksa KPK bertanya kepada saksi seolah-olah menggiring opini. Ia mengaku kesal gara-gara sering dikait-kaitkan dengan bakpao. Dia pun malu karena jaksa seolah mengarahkan Fredrich sebagai 'pengacara bakpao.'

"Ini menggiring, Pak. Gara-gara ini, saya disebut 'pengacara bakpao', Pak," kata Fredrich, Jumat (22/3/2018).

Di persidangan sore tadi, Fredrich kembali dicecar soal bakpao. Fredrich pun malu karena masalah bakpao seolah-olah tak pernah lepas dari dirinya.

"Yang mulia ngomong bakpao pusing juga saya. Saya sebenarnya malu disebut pengacara bakpao," kata Fredrich menanggapi majelis hakim.



Fredrich mengaku mengucapkan benjolan sebesar bakpao itu berdasarkan keterangan AKP Reza Pahlevi, mantan ajudan Novanto, yang berada di dalam mobil bersama Novanto. Fredrich mengaku tidak melihat langsung kondisi Novanto karena baru datang ke RS Medika Permata Hijau pada saat itu.

"Saya bilang tidak tahu tapi menurut keterangan ajudan bahwa mobil kaca pecah hancur cur. Orang Surabaya gede ya gueeede. Saya bilang ada bakpao mini dan super. Maksud saya logat orang kita," kata Fredrich. (rvk/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT