Wapres Yakin PDIP akan Terima Perundingan RI-GAM di Helsinki
Senin, 11 Jul 2005 13:42 WIB
Jakarta - Perundingan RI-GAM babak kelima akan digelar di Helsinki, Finlandia, 12-17 Juli 2005. Sejumlah anggota Komisi I DPR, terutama dari FPDIP menolaknya. Mereka meminta agar perundingan dibatalkan.Bagaimana tanggapan Wapres Jusuf Kalla terhadap hal itu? Wapres, yang merupakan inisiator perundingan, yakin bahwa PDIP akan menerima perundingan RI-GAM ini sebagai upaya solusi untuk menyelesaikan kemelut di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Wapres mempertanyakan sikap para anggota Komisi I dari FPDIP yang tidak sesuai dengan sikap Ketua Umum PDIP Megawati. Menurut dia, semasa masih menjadi presiden, Megawati pernah menyatakan bahwa tidak akan ada lagi darah dan air mata yang tumpah di Aceh. "Saya yakin betul PDIP akan menerima ini. Ibu Mega sendiri sebagai ketua umum PDIP mengharap tidak akan ada lagi tumpahan darah dan air mata di Bumi Aceh," kata Kalla seusai memimpin rapat membahas Monitoring Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di Kantor Departemen Keuangan, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (11/7/2005). Menurut Kalla, bila Megawati mengharapkan tidak ada penumpahan darah dan air mata, maka solusinya hanya berupa perundingan damai dengan GAM. "Jadi, ada salah satu anggota PDIP yang tidak mengikuti petunjuk ketua umumnya," ungkap dia. Sebelumnya, anggota Komisi I dari FPDIP, Permadi, mengaku kecewa dengan dilanjutkannya perundingan RI-GAM di Helsinki. Sejumlah anggota Komisi I lainnya, seperti Djoko Susilo dari Fraksi PAN juga bersikap sama.
(asy/)











































