detikNews
Jumat 04 Mei 2018, 15:59 WIB

PD: Dulu Ryamizard Digadang-gadang Jadi Cawapres Jokowi tapi Gagal

Tsarina Maharani - detikNews
PD: Dulu Ryamizard Digadang-gadang Jadi Cawapres Jokowi tapi Gagal Foto: Menhan Ryamizard Ryacudu (Yulida-detikcom)
Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berpesan kepada para prajurit TNI agar tak buru-buru ingin jadi gubernur, bahkan presiden. Partai Demokrat menduga, pesan itu dilontarkan Ryamizard lantaran pernah digadang-gadang jadi cawapres Joko Widodo di Pilpres 2014, tetapi gagal.

"Mungkin saja itu penyebabnya karena dulu nama Ryamizard ramai digadang-gadang jadi cawapres Jokowi tapi gagal," kata Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, kepada wartawan, Jumat (4/5/2018).



Ferdinand menyebut, apa yang disampaikan Ryamizard dalam pengarahan kepada para perwira dan komandan satuan di lingkungan Batalion Komando 467 Korpaskhas TNI AU itu juga kurang pantas. Sebab, dapat diartikan Ryamizard membawa-bawa urusan politik ke dalam satuan TNI.

Padahal jelas, prajurit TNI yang berstatus aktif tidak boleh berpolitik. Hal itu tertuang dalam UU TNI No 34/2004.

"Sesungguhnya, Pak Ryamizard tidak perlu menyampaikan hal tersebut karena bentuk berpolitik kedalam tentara," ujar Ferdinand.

Alasan lainnya ialah, ada beberapa nama di bursa capres/cawapres di Pilpres 2019 yang berasal dari satuan TNI. "Kita tahu bahwa Ryamizard adalah pendukung Jokowi dan sekarang sedang memasuki tahun politik, di mana ada nama-nama tentara yang bersaing di bursa capres/cawapres," ucapnya.



Diberitakan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berpesan kepada para prajurit TNI agar tak buru-buru ingin jadi gubernur, bahkan presiden. Prajurit TNI, kata Ryamizard, harus profesional.

"Jadi masuk tentara jangan sampai baru masuk, baru di tengah jalan sudah berangan-angan pengen jadi apa, ini sudah rusak. Jadi bupati, gubernur, terakhir jadi presiden," kata Ryamizard di hadapan Paskhas TNI AU di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (4/5).

Sebetulnya tak masalah bagi seorang prajurit untuk bercita-cita jadi pejabat eksekutif. Tapi jangan sampai untuk mencapai posisi itu lalu meminta-minta.

"Jangan minta-minta, itu nggak bener. Nah yang minta-minta itu siapa itu, tau nggak? Ya pengemis. Tapi kalau dikasih, alhamdulillah," ujar dia.


(tsa/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com