Laporan Gratifikasi Sandiaga di KPK, dari Dasi Sutra hingga Wine

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Jumat, 04 Mei 2018 15:58 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno merupakan salah satu kepala daerah yang kerap melaporkan gratifikasi ke KPK. Dari Januari 2018 hingga April 2018, ada 22 kali Sandiaga melapor ke KPK.

"(Sandiaga) Kalau cuma 2018 saja ada 22 (laporan)," ungkap Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono kepada detikcom, Jumat (4/5/3018).


Dari data yang didapat detikcom, berbagai penerimaan Sandiaga itu bermacam-macam dan sebagian besar berupa barang. Berikut daftarnya:

- Tempat bakar dupa (mabkhara) China Water Industry Group Limited. Dilaporkan 19 Februari 2018.
- Wine Tokaji 2002 L5 alkohol 11 persen obj Produksi J & J Ostrozovic Volka TRNA 233. Dilaporkan 19 Februari 2018.
- Sarung tenun dan sajadah, gahru atau fawah parfum dan arabian oud perfume, serta kemeja batik tulis. Dilaporkan 6 Februari 2018.
- Patung Pegasus & Globe by Veronese Design, Persija Water (Persija 20 dus). Dilaporkan 19 Januari 2018.
- Kebaya encim 'Wella House', dasi sutra, dan pocket square 'Savile Row Company', plakat berbentuk mikrofon, buku Asmaul Husna terbitan Emqies, kain batik dan tenun 'Danar Hadi'. Dilaporkan 8 Januari 2018.


Seluruh benda-benda tersebut telah diproses KPK dan dinyatakan sebagai milik negara.

Sebelumnya KPK juga pernah memasukkan Sandiaga dalam daftar penyelenggara negara tersering melaporkan gratifikasi. Per 23 Maret lalu, Sandiaga disebut telah 23 kali melapor sejak terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

[Gambas:Video 20detik]



(nif/dhn)