Kantor KPUD Sukoharjo Dilempari Telur Busuk & Disegel Massa

Kantor KPUD Sukoharjo Dilempari Telur Busuk & Disegel Massa

- detikNews
Senin, 11 Jul 2005 12:26 WIB
Sukoharjo - Protes atas penetapan hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah terus berlanjut. Puluhan orang menggelar aksi unjukrasa dengan melakukan pelemparan tomat dan telur busuk. Setelah itu, massa menyegel kantor KPUD dengan simbolisasi memasang kertas pada papan nama KPUD Sukoharjo bertuliskan 'Disegel untuk rakyat'.Aksi yang berlangsung Senin (11/7/2005) mulai pukul 09.00 WIB ini dijaga ratusan aparat. Awalnya, massa hendak masuk halaman kantor KPUD. Namun, ratusan aparat kepolisian memblokir pintu gerbang, sehingga massa tak berhasil masuk.Sebagai gantinya, puluhan pengunjukrasa melampiaskan kemarahan ke papan nama KPUD Sukoharjo.Beberapa orang mencoret-coret papan nama KPUD dengan cat semprot, melempar telur busuk dan tomat, bahkan ada juga ada yang melempar batu ke papan nama disertai dengan kata-kata kotor.Kedatangan massa ke kantor KPUD untuk memprotes penetapan hasil pilkada di Kabupaten Sukoharjo yang memenangkan pasangan Bambang Riyanto -Mohammad Thoha. Massa meminta kepada KPUD Sukoharjo untuk membatalkan penetapan hasil pilkada. Namun, hingga pukul 11.30 WIB, tak seorang pun anggota KPUD yang mau menemui mereka. Akhirnya, mereka bubar dan menuju kantor Polres Sukoharjo menuntut polisi segera mengusut tuntas kasus money politic dalam pilkada lalu.Sebelumnya, Sabtu lalu (9/7/2005) pasangan Bambang Margono-Parjoko yang diajukan PKS dan PPP mengajukan gugatan secara resmi ke pengadilan. Mereka menggugat penetapan pilkada, karena ada temuan dugaan kecurangan dalam pemilu. Yakni, jumlah pemilih jauh lebih banyak dari daftar pemilih tetap (DPT). Ada pertautan angka sekitar 115 pemilih.Penetapan pilkada di Sukoharjo sudah dilakukan tanggal 7 Juli 2005. Hasilnya menetapkan Bambang Riyanto- Moh Thoha sebagai pemenangnya. Keduanya merupakan pejabat bupati dan wakil bupati lama yang dicalonkan oleh PDIP. Pasangan Bambang Riyanto mendapat 145.923 suara. Sementara pesaingnya Bambang Margono-Pardjoko 145.112 suara. Hanya terpaut sekitar 811 suara.Ketua KPUD Sukoharjo Nur Arif saat dihubungi detikcom mengatakan tahapan yang dilakukan KPUD tetap akan berlangsung. Kalaupun ada gugatan, KPUD mempersilahkan para calon untuk mengajukan ke pengadilan. "Penetapan yang dilakukan KPUD bukan hal yang final, tergantung apa keputusan pengadilan. Kami hanya melakukan tahapan apa yang harus dilakukan," katanya. (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini