DetikNews
Jumat 04 Mei 2018, 14:35 WIB

Polisi: Kompol Fahrizal Penembak Ipar Terindikasi Gangguan Jiwa

Audrey Santoso - detikNews
Polisi: Kompol Fahrizal Penembak Ipar Terindikasi Gangguan Jiwa Foto: Kompol Fahrizal. (Dok. Instagram Fahrizal)
Jakarta - Polisi mengatakan eks Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal terindikasi mengalami gangguan jiwa. Fahrizal tak merasa bersalah menembak mati adik iparnya.

"Dia sudah terindikasi dan hasil rekomendasi di dokter, ada sedikit gangguan jiwa," kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw di sela acara Apel Kasatwil 2018 di Auditorium PTIK/STIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2018).


Paulus mengatakan Fahrizal tidak menyesal menembak adik iparnya itu. Fahrizal juga sempat ingin telanjang saat diperiksa polwan.

"Yang dia rasakan memang tidak ada penyesalan, kemudian membenarkan perbuatannya itu. Terus beberapa kali perubahan tingkah laku, saat itu diperiksa polwan malah dia mau telanjang," sambung Paulus.

Paulus menjelaskan saat ini Fahrizal masih berada di rumah sakit jiwa (RSJ) untuk menjalani observasi. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dokter jiwa untuk memastikan apakah indikasi awal benar atau tidak.

"Ini kan baru indikasi (gangguan jiwa), kepastiannya kan ahli yang bicara, bukan kami. Artinya dari perubahan tingkah laku dia itu, dokter merekomendasi segera dibawa ke RS khusus jiwa untuk diorientasikan, kita tunggu (hasilnya) saja," ucap Paulus.


Paulus menuturkan beberapa saksi yang dimintai keterangan penyidik menjelaskan perubahan sikap Kompol Fahrizal. Perubahan itu terlihat sejak lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2003 ini masih berdinas sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) di Polrestabes Medan.

"Dari beberapa saksi yang sudah diambil keterangan, memang ada perubahan sejak di Sumut. Yang jadi maslah gini, dia itu dalam sisi tes psikologi, tinggi nilainya, itu hebatnya. Makanya kita lagi buktikan melalui observasi di RSJ ya" tutur Paulus.

Penembakan itu terjadi pada Rabu (4/4) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Fahrizal bersama istrinya mengunjungi ibunya yang baru sembuh di Jalan Tirtosari, Medan, Sumatera Utara. HW, istri adik iparnya yang menerimanya saat itu, mempersilakan Fahrizal dan istrinya masuk.

HW kemudian pergi ke dapur untuk membuatkan minuman. Saat kembali ke ruang tamu, HW melihat Fahrizal menodongkan senjata api ke arah ibunya.

Melihat kejadian itu, Jumingan, yang sedang rebahan di dekatnya, langsung melarang pelaku dengan berkata, "Jangan Bang." Lalu Fahrizal balik menodongkan senjata api miliknya ke arah korban dan meletuskan senjata itu ke adik iparnya.

Atas kejadian itu, korban tewas dengan luka tembakan di kepala. Setelah itu, Fahrizal menyerahkan diri dan saat ini ditahan di Polda Sumatera Utara.


(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed