DetikNews
Jumat 04 Mei 2018, 11:32 WIB

Kapal Ini Bisa Bersihkan Sampah dari 2 Hari Jadi Cuma 2 Jam

Niken Widya Yunita - detikNews
Kapal Ini Bisa Bersihkan Sampah dari 2 Hari Jadi Cuma 2 Jam Foto: Kapal penangkap sampah (Dok. PUPR)
Jakarta - Inovasi baru dapat mempermudah hidup manusia. Salah satu inovasi itu yakni kapal penangkap sampah. Kapal ini dapat membersihkan sampah dari 2 hari menjadi dua jam.

Dalam keterangan tertulis dari Kementerian PUPR, Jumat (4/5/2018), kapal itu diperkenalkan ke publik dalam acara Eksibisi Inovasi Teknologi Tepat Guna Operasi dan Pemeliharaan SDA baik dari Kementerian PUPR, akademisi dan komunitas peduli sungai. Acara digelar di ITS, Surabaya, Rabu (2/5/2018).

Sang inovator, Aris Supriyanto mengatakan, kapal penangkap sampah tersebut dibuat dengan teknologi sederhana yang tidak membutuhkan biaya besar. Total untuk satu kapal atau perahu hanya sekitar Rp 20 juta.



Kapal tersebut dilengkapi conveyor penangkap sampah dengan dimensi bak penampung sampah sepanjang 1,7 m, lebar 0,9 m, dan tinggi 0,3 m. Ia mengaku dengan kapal tersebut dapat menghemat waktu kegiatan membersihkan sampah di sungai wilayahnya dari satu hari menjadi hanya sekitar 2 jam.

Inovasi lainnya yakni Inovasi Teknologi Sistem Urug Perkuatan Wadah Generik (SUPWG) dari BWS Cimanuk Cisanggarung Kementerian PUPR. Inovator, Dwi Agus Kuncoro mengatakan, inovasi tersebut relevan dengan fokus program Presiden Joko Widodo tahun ini yakni Padat Karya Tunai. Sebab bahan-bahannya yang sederhana menggunakan bambu dan tanaman.

Menurutnya kelebihan dari sistem perkuatan tebing sungai yang dibuatnya adalah sisi ekonomis karena bisa dipasang dan lepas dengan mudah.

Sementara itu, Anang Maghfur dari perwakilan Komunitas Ekolink Bandung menghadirkan Inovasi Teknologi Pengolahan Air Limbah dengan Penerapan Rekayasa Teknologi Tepat Guna. Dengan dibantu BBWS Citarum Kementerian PUPR, ia membuat teknik pengolahan air limbah dengan memanfaatkan bakteri pengurai autotrof dan heterotrof yang dapat dihasilkan botol plastik dan limbah sikat gigi sebagai sarana pembersih.

Dalam acara itu, PUPR pun menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Gerakan Cinta Operasi dan Pemeliharaan (CinOP) sumber daya air (SDA) dengan 10 perguruan tinggi.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Agung Djuhartono dengan masing-masing perwakilan perguruan tinggi. 10 Perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Syah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Indonesia, Sekolah Tinggi Sapta Taruna, Umiversitas Brawijaya, Universitas Mulawarman, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Khairun, Politeknik Negeri Ambon, dan Universitas Musamus Merauke.



Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian PUPR Lolly Martina Martief mengatakan operasi dan pemeliharaan (OP) SDA harus ditangani secara bersama. Seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat, akademisi, dan komunitas harus dilibatkan.

"Diharapkan kerja sama dengan perguruan tinggi ini, maka para akademisi dapat berbagi pengetahuan untuk melahirkan inovasi-inovasi dalam OP SDA," ujar Lolly saat membuka Wirakarya Nasional OP SDA 2018 dengan tema 'Selaras dan Sinergi dalam Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air'.



(nwy/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed