DetikNews
Jumat 04 Mei 2018, 06:34 WIB

Kata PDIP soal AHY dan Sri Mulyani yang Diunggulkan Dampingi Jokowi

Haris Fadhil - detikNews
Kata PDIP soal AHY dan Sri Mulyani yang Diunggulkan Dampingi Jokowi Eva Kusuma Sundari (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Indikator Politik Indonesia merilis survei yang menunjukkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sri Mulyani diunggulkan sebagai cawapres untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 nanti. PDIP pun mengaku akan menampung hasil survei itu.

"Semua ditampung, termasuk hasil survei-survei terdahulu juga. Tapi kita akan olah nanti sesuai jadwal yaitu setelah pilkada," kata Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari kepada detikcom, Kamis (3/5/2018) malam.

Menurutnya, semua informasi akan diolah dan dijadikan pertimbangan. Eva mengatakan PDIP terbuka untuk segala hal.

"Semua informasi akan diolah, dijadikan pertimbangan. PDIP open mind, open heart, open will what it the best for nation," ucapnya.


Sebelumnya, dalam survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia, nama AHY dan Sri Mulyani diunggulkan sebagai cawapres Jokowi. Survei dilakukan dalam tren semiterbuka dengan pertanyaan 'siapa yang pantas menjadi wakil presiden Jokowi bila ia kembali maju sebagai capres'.

Saat simulasi 19 nama, AHY unggul dengan 16,3 persen. Sementara Sri Mulyani berada di posisi ke empat dengan 6,1 persen.

"AHY unggul 16,3%, sementara Anies Baswedan 13,0%, disusul Gatot Nurmantyo dengan perolehan 7,0%, Sri Mulyani 6,1%, Mahfud MD 5,0%, Ridwan Kamil 3,9%, Tito Karnavian 2,9%, dan Muhaimin Iskandar dengan segala kerja politiknya yang sangat penuh percaya diri itu, dan kata Pak Jokowi, billboard-nya mengalahkan Asian Games, dapat 2,6%," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dalam paparannya, di kantor Indikator Politik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/5).

"Pak Budi Gunawan mendapat perolehan 1,8%, Puan Maharani 1,6%, Chairul Tanjung 1,5%, Ahmad Heryawan 1,3%. Ketumnya Mas Bambang (Bambang Soesatyo), Airlangga Hartarto, mendapat perolehan 1,2%, Din Syamsuddin 1,0%, Moeldoko 0,8%, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memperoleh 0,6%, Presiden PKS Sohibul Iman 0,2%, sedangkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy memperoleh 0,2%, dan Jimly Asshiddiqie mendapat 0,1%," lanjutnya.


Kemudian, untuk simulasi 11 nama dengan menghilangkan nama Anies, AHY kembali mengungguli nama lain. Di bawah AHY, nama Sri Mulyani memperoleh 10,5% suara, Mahfud MD 8,4%, Tito Karnavian 5,7%, Muhaimin Iskandar 4,0%, dan Chairul Tanjung 3,5%.

Sedangkan untuk simulasi 7 nama dengan menghilangkan nama AHY, Sri Mulyani unggul dengan perolehan suara 18,3%. Kemudian disusul Mahfud MD 13,0%, Tito Karnavian 9,4%, dan Chairul Tanjung 8,8%.

[Gambas:Video 20detik]


(haf/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed