DetikNews
Kamis 03 Mei 2018, 18:53 WIB

Bamsoet: Indonesia Negara Damai dan Toleran

Muhammad Idris - detikNews
Bamsoet: Indonesia Negara Damai dan Toleran Ketua DPR Bamsoet bertemu Ahmed Bin Mohamed Aljarwan (Dok. DPR)
Jakarta - Ketua DPR, Bambang Soesatyo, menegaskan Indonesia adalah negara yang sangat menjaga perdamaian. Sebagai bangsa yang heterogen, terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan kepercayaan, Indonesia telah terbukti mampu menjadi bangsa yang toleran dan penuh kedamaian.

"Kami mempunyai Pancasila yang diambil dari saripati kehidupan masyarakat Indonesia yang dijadikan sebagai ideologi bangsa. Dalam Pembukaan UUD 1945 juga dijelaskan tujuan kehidupan Bangsa Indonesia, salah satunya ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," jelas Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/5/2018).

Hal itu disampaikannya saat menerima President of the Global Council for Tolerance and Peace (GCTP), Ahmed Bin Mohamed Aljarwan, di ruang kerjanya.

Bamsoet menjelaskan, sebagai komitmen menjalankan idelogi Pancasila dan amanat pembukaan UUD 1945, DPR selalu aktif di berbagai organisasi internasional untuk menyuarakan toleransi dan perdamaian dunia. Antara lain dalam forum Inter Parliamentary Union (IPU), Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF), Asian Parliamentary Assembly (APA), ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), serta masih banyak lagi forum parlemen dunia lainnya.


"Pada 24 Maret 2018 lalu, saya memimpin delegasi DPR RI dalam sidang IPU ke-138 di Geneva, Swiss, membahas berbagai masalah pengungsi dan pekerja migran. Kami juga mempromosikan kemerdekaan Palestina, mencari jalan keluar bagi etnis Rohingnya, maupun masalah sosial lainnya di berbagai belahan dunia," papar Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini juga menyampaikan, DPR aktif melakukan pertemuan bilateral dengan parlemen dari negara lain. Pihaknya juga selalu menyampaikan pandangan mengenai pentingnya mengatasai terorisme dan radikalisme, khususnya yang menimpa generasi muda.

"Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dunia, Indonesia mempunyai pengalaman dalam menerapkan ajaran Islam yang damai, Islam yang moderat atau tawassut dan Islam yang toleran atau tasamuh. Kami ingin menyampaikan pengalaman tersebut ke berbagai dunia, khususnya negara-negara Islam yang banyak mengalami masalah terorisme dan radikalisme," tutur Bamsoet.

Ahmed Bin Mohamed Aljarwan mengaku kagum dengan berbagai capaian toleransi dan perdamaian yang telah dilakukan Indonesia. Karena itu, pihaknya mengundang para anggota DPR bergabung dalam GCTP. Bergabungnya Indonesia bisa memberikan warna baru bagi persatuan parlemen dunia dalam membangun toleransi dan perdamaian.


Tawaran ini langsung ini direspon positif oleh Bamsoet. "Sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami diajak bergabung dalam GCTP. Saya akan bicarakan lebih lanjut tawaran ini kepada para pimpinan dan anggota DPR RI yang lainnya. Insya Allah, pertemuan hari ini akan membawa manfaat yang luar biasa bagi kita semua, terutama dalam mewujudkan perdamaian dunia," pungkas Bamsoet.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha, Duta Besar Uni Emirat Arab Mohammed Abdulla AlGhfeli, dan Direktur Wahid Institute yang juga menjadi Founder GCTP Yeni Wahid.
(idr/nwy)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed