DetikNews
Kamis 03 Mei 2018, 17:50 WIB

Eggi: Tak Seharusnya Susi Ferawati ke Kelompok #2019GantiPresiden

Audrey Santoso - detikNews
Eggi: Tak Seharusnya Susi Ferawati ke Kelompok #2019GantiPresiden Eggi Sudjana (tengah) (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Kader PAN yang juga pengacara Habib Rizieq Syihab, Eggi Sudjana, angkat bicara mengenai insiden gesekan di CFD. Eggi mengkritik Susi Ferawati yang dianggap masuk ke kelompok berkaus #2019GantiPresiden.

"Ada seorang ibu-ibu yang merasa di-bully sedemikian rupa, tapi dia terang-terangan pakai kaus #DiaSibukBekerja. Kita pakai logika psikologi massa, itu situasi sudah kerumunan orang banyak yang setuju tentang ganti presiden, tiba-tiba ada yang bertentangan masuk ke situ," kata Eggi dalam konferensi pers di kantor DPP PAN, Jl Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2018).

"Ini kan satu potensi yang ingin menciptakan kerusuhan. Paling tidak pancingan-pancingan," sambung Eggi.

Eggi mengatakan tindakan Fera berjalan dengan memakai kaus #DiaSibukKerja di tengah massa berkaus #2019GantiPresiden tidak masuk akal.

"Pakai logika akal, misalnya kita ada kerumunan di sana. Kampanye saja jadwalnya diatur, nggak boleh bertabrakan. Kok ini berani-beraninya di tengah massa yang kemudian berkaitan dengan gerakan ganti presiden," ujar Eggi.

Eggi menuduh keberadaan Fera di tengah masa berkaus #2019GantiPresiden sudah diatur sebelumnya. Hal itu disampaikan Eggi saat wartawan menanyakan tanggapan dia mengenai tagar #GelangKode yang ramai di media sosial.

"Itu sangat sengaja, Anda perhatiin deh ada kode-kode gelang mereka, pakai tasbih, ada yang sudah di-setting. Dan yang bagi-bagi-bagi duit itu, itu kelompok mereka," ucap Eggi.

"Makanya kita minta investigasi, sekaligus penyelidikan, sekaligus penyidikan oleh pihak kepolisian karena ini malah justru membuat diskiminatif hukum, konflik, ujaran kebencian yang sesungguhnya," imbuh dia.

Eggi lalu mengaku tersinggung oleh ucapan Susi yang sempat terekam video saat adegan dia dikerumuni massa kaus #2019GantiPresiden. Menurut Eggi, sikap Susi bertentangan dengan ajaran Islam.

"Apalagi si ibu itu ngomong, yang bikin saya tersinggung, dia ngomong, 'Kalian muslim, muslim apa kau.' Wah itu kan kurang ajar, menurut saya sangat kurang ajar. Nggak ada muslim mengajari begitu. Islam tuh mengajarkan jangan kebencianmu terhadap satu kaum, membuat kamu tidak adil. Itu surat Al-Maidah ayat 8," tutup Eggi.

Kejadian Versi Vera

Fera mengatakan gelang--yang menjadi sumber tuduhan soal isu #gelangkode--itu dipakai untuk keperluan zikir.

"Nggak ada (janjian). Ini buat zikir ini, saya ke mana-mana kalau jalan rasa khawatir ya dipakai buat zikir," kata Fera.

Mengenai bagaimana awal mula kejadian, Fera menyatakan dia tak bermaksud masuk ke kelompok massa berkaus #2019GantiPresiden. Fera, yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja sebagai bentuk dukungan untuk Presiden Jokowi, menyatakan awalnya dia mengantarkan anaknya ke toilet di Hotel Pullman.

"Anak saya diantar dulu ke sana sekitar 10-15 menit," kata Fera di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Saat keluar, rombongan telah berpencar. Akhirnya Fera bersama anaknya jalan santai dan terpisah dari rombongan.

Setelah itu, dia berfoto dengan anak dan teman-temannya di CFD tersebut. Namun tiba-tiba dia dihadang oleh sekelompok orang yang memakai kaus #2019GantiPresiden di dekat Hotel Kempinski.

"Saat itulah saya dihadang di depan Kempinski itu sama orang-orang pakai kaus #2019GantiPresiden itu, ada ibu-ibu juga yang berjilbab, ditanyalah, diolok-oloklah, olok-oloknya tahu kan, cebonglah, apa," kata Fera.

Fera mengaku mendapat perlakuan intimidatif dari kelompok tersebut. Bahkan dia sempat disebut 'babu' oleh orang-orang tersebut.

"'Bayar Bu ya, nasi bungkus ya, nasi bungkus nasi bungkus. Dasar nggak punya duit.' Karena kita make kaus tagline 'dia sibuk kerja', kita dikatain, 'Dasar lu kerja mulu lu kayak babu,'" ujar Susi.
(fjp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed