Inikah Akhir Sepak Terjang Ruhut di Partai Demokrat

Inikah Akhir Sepak Terjang Ruhut di Partai Demokrat

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 03 Mei 2018 08:43 WIB
Ruhut Sitompul. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ruhut 'Poltak' Sitompul meninggalkan Partai Golkar dan gabung Partai Demokrat sejak kepemimpinan Hadi Utomo. Kini, setelah lebih dari 10 tahun berlalu, Ruhut bersiap meninggalkan partai pemenang Pemilu 2009 tersebut.

"Saya gabung Partai Demokrat setelah Pak SBY jadi presiden, waktu Munas di Bali, waktu Pak Hadi Utomo jadi ketua umum," kenang Ruhut, saat berbincang dengan wartawan, Rabu (2/5/2018).

Sepanjang perjalanan karier di Partai Demokrat, Ruhut punya banyak cerita. Ruhut selama ini dikenal pasang badan untuk SBY, dia kerap bilang soal potong kuping, sampai potong lehar untuk memastikan pimpinannya itu tak pernah terkait beragam isu miring semisal kasus Century.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah dua periode jadi anjingnya SBY, tapi apa yang didapat?" kata Ruhut.



"Kalau jadi DPR kan karena gua, menteri pun nggak menang (dapat). Kalau Ruhut dibikin di mana saja menang, kata SBY," imbuh Ruhut.

Ruhut juga punya cerita seru soal Kongres Partai Demokrat. Ia jadi timses Anas Urbaningrum di Kongres Partai Demokrat tahun 2010 silam, namun ia juga salah satu yang menggulingkan Anas lewat Kongres Luar Biasa Partai Demokrat.

Selain itu Ruhut juga pernah menjabat sebagai koordinator Polhukam Partai Demokrat. Ia pernah menyebut dirinya jadi Menko Polhukamnya PD. Selain itu, ia juga pernah menjabat koordinator juru bicara Partai Demokrat. Sampai kemudian pemberhentiannya dari posisi itu juga jadi kontroversi.

Kontroversi terakhir adalah saat ruhut sebagai kader PD mendukung Ahok-Djarot di Pilgub DKI tahun 2017 silam. Padahal Partai Demokrat mendukung AHY-Silvy. Setelah hari ini seolah Ruhut tak pernah dianggap ada lagi di Partai Demokrat.

Sampai kemudian lag-lagi ruhut berada berseberangan dengan PD di Pilgub Sumut. Ruhut bahkan berseragam PDIP di arena kampanye Gatot-Sihar. Namun elite PD kali ini tak mempermasalahkan karena sudah menganggap Ruhut tak ada lagi di partai biru ini. Ruhut rupanya sedih juga tak lagi dianggap. Ia pun memberi sinyal kuat bakal gabung PDIP.

"Aku nggak ada kartu PDIP, tapi kalau PD-nya sombong-sombong hina aku begitu ya jadi juga pindah aku," kata Ruhut kepada wartawan, Rabu (2/5).



"Aku juga kan dekat dengan Bang Taufiq Kiemas, aku binaan dia, udah gitu keluargaku keluarga PNI jadi walau di partai manapun PDIP selalu di hati," ksambugnya.

Sebenarnya Ruhut pernah bicara Partai Demokrat adalah partai terakhirnya, apakah kali ini PDIP bakal jadi pengecualian pernyataan Ruhut itu?

Video 20Detik: Ruhut Berseragam PDIP di Sumut

[Gambas:Video 20detik]

(van/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads