Pantauan detikcom, enam pelajar itu tiba bersama Tim Raimas di Polres Metro Jakarta Timur, Rabu (2/5/2018). Pelajar tersebut langsung disuruh berjajar dan duduk jongkok di halaman Mapolres.
Senjata tajam yang diamankan dari pelajar. (Ibnu/detikcom) |
Polisi pun menginterogasi satu per satu pelajar itu. Salah satu polisi kemudian mengeluarkan dua bilah senjata tajam jenis celurit dari dalam tas pelajar itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pelajar itu pun disuruh jalan jongkok menuju Unit Satreskrim Polres Jaktim di lantai 4. Mereka kemudian diserahkan ke Unit Satreskrim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Katim Raimas Polres Jaktim Bripka Ambarita mengatakan pelajar itu ditangkap ketika sedang berkumpul untuk tawuran di flyover Klender, Duren Sawit, sekitar pukul 19.00 WIB. Ambarita menambahkan, saat digeledah, ada dua pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.
"Kita amankan di Jalan Pahlawan Revolusi, Klender. Ada enam pelajar SMA, dua anak ada yang bawa senjata tajam celurit," kata Ambarita.
Ambarita menjelaskan dua di antara enam pelajar itu mengaku sudah tidak bersekolah. Menurutnya, mereka sengaja diajak memperbanyak anggota tawuran, tapi tetap dengan memakai seragam sekolah.
"Mereka ini sistemnya memperbanyak dengan mengundang teman-teman yang dikenal, tapi tetap pakai seragam sekolah. Ya, biar tetap membawa bendera sekolahnya," tuturnya. (ibh/idh)











































Senjata tajam yang diamankan dari pelajar. (Ibnu/detikcom)