detikNews
Rabu 02 Mei 2018, 18:04 WIB

Jadi Dubes Afsel, Salman Al Farisi akan Kuatkan Diplomasi Ekonomi

Ray Jordan - detikNews
Jadi Dubes Afsel, Salman Al Farisi akan Kuatkan Diplomasi Ekonomi Salman Al Farisi dilantik sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Afrika Selatan. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Salman Al Farisi dilantik sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Afrika Selatan. Salman mengatakan diplomasi ekonomi akan jadi prioritas utamanya dalam menjalankan tugas.

"Prioritas utama tentu saja diplomasi ekonomi, sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden, tentu saja dikuatkan oleh Ibu Menlu (Retno LP Marsudi) dalam hal ini," kata Salman seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/5/2018).


Menurut Salman, diplomasi ekonomi menjadi penting karena pada dasarnya Indonesia dan Afrika Selatan sudah mempunyai dasar hubungan strategis yang sangat kuat. Terlebih Afrika Selatan salah satu negara yang memiliki comprehensive partnership dengan Indonesia.

"Jadi sedikit negara yang memiliki comprehensive partnership tersebut," katanya.

Dikatakan Salman, saat ini Indonesia menguasai 30 persen pasar minyak kelapa sawit di Afrika Selatan. Itu merupakan angka tertinggi. Sebanyak 30 persen pangsa pasar Indonesia dari kelapa sawit itu banyak sekali yang bisa dikerjasamakan, termasuk di bidang farmasi.

"Kita tertinggi, pangsa pasar kita adalah paling tinggi. Kita baru diikuti oleh Malaysia. Jadi kita dua negara yang memiliki kekuatan yang sangat signifikan di bidang pharmaceutical (farmasi) dan negara-negara Afrika yang sedang tumbuh itu membutuhkan pharmaceutical, obat-obatan yang sangat besar. Termasuk dalam hal ini vaksin. Indonesia sangat bagus, sangat maju di bidang industri vaksin. Oleh karena itu, kita akan dorong kerja sama yang lebih kuat, sehingga kita bisa membangun kerja sama yang kuat untuk mengembangkan pasar di negara-negara Afrika, tidak hanya Afrika Selatan," jelasnya.


Dia juga menegaskan, dalam hal politik dan sosial-budaya, hubungan Infonesia dengan Afrika Selatan tidak ada masalah. Namun yang menjadi tantangan adalah bagaimana memperkuat kerja sama bidang ekonomi.

"Nah, itu yang menjadi prioritas yang selalu ditekankan oleh Bapak Presiden dan Ibu Menteri Luar Negeri," katanya.

Sebagai tahap awal menjabat, Salman mengatakan akan menyambangi Kementerian Luar Negeri untuk menyatakan bertugas. Selanjutnya, dia akan menyambangi Kementerian Perdagangan.

"Karena Kementerian Perdagangan menjadi salah satu tulang punggung dalam rangka hubungan ekonomi kita," katanya.

Salman Al Farisi dilantik sebagai Dubes Afrika Selatan di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/5). Pengangkatan Salman sebagai duta besar tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Nomor 76/P Tahun 2018 tanggal 25 April tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh.

Salman Al Farisi nantinya akan berkedudukan di Pretoria, Afrika Selatan, dan akan merangkap sebagai duta besar untuk Kerajaan Lesotho, Kerajaan Swaziland, dan Republik Botswana.
(jor/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed