Satroni Rumah Warga, Geng Perampok Bersenpi di Riau Diringkus

Satroni Rumah Warga, Geng Perampok Bersenpi di Riau Diringkus

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 02 Mei 2018 16:30 WIB
Satroni Rumah Warga, Geng Perampok Bersenpi di Riau Diringkus
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Pekanbaru - Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mengungkap kasus perampokan bersenjata api. Empat orang kini ditangkap dari dua lokasi.

"Empat orang yang kita tangkap ini perannya saling berbeda. Mereka ini melakukan curas dengan senpi di rumah warga yang menggondol uang dan emas dengan nilai kerugian sekitar Rp 64 juta," kata Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto kepada wartawan, Rabu (2/5/2018).

Fibri menjelaskan peristiwa perampok di rumah warga ini terjadi pada 10 April lalu di Jl Poros Desa Sumber Jaya, Singingi Hilir. Korbannya, Sugoto (31), yang rumahnya didatangi bandit bersenjata api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat melakukan pencurian dengan kekerasan (curas), pelakunya ada 6 orang. Dari jumlah itu, 4 orang menggunakan senjata api, dua lagi menggunakan palu besar untuk membuka jendela rumah korban," kata Fibri.

Kawanan bandit ini, kata Fibri, saat itu berhasil merampas uang kontan Rp 46 juta, gelang dan kalung emas, serta HP milik korban. Total kerugian mencapai Rp 64 juta.

Dari peristiwa itu, satu pelaku berinisial RH ditangkap di Desa Depok Rejo, Krimurjo, Lampung Tengah, Lampung, di rumah keluarganya pada 22 April lalu. Dari sana, pelaku diboyong ke Riau.

"Pelaku RH ini eksekutor di dalam rumah korban yang memegang senjata api," kata Fibri.

Dari penangkapan satu tersangka ini, kembali dilakukan pengembangan. Hasilnya, tiga orang lagi ditetapkan sebagai tersangka. Namun ketiganya tidak ikut dalam aksi perampokan. Mereka hanya turut membantu pelarian.

Ketiga tersangka itu, IN, ditangkap di Kuansing, berperan sebagai penyewa motor dengan upah Rp 4 juta. Selanjutnya ML dan RM ditangkap di Kec Peranap, Kab Indragiri Hulu (Inhu), berperan menyediakan mobil para pelaku. Mereka menerima upah Rp 4 juta.

"Kita masih memburu para pelaku lainnya. Semoga para pelaku lainnya segera tertangkap," tutup Fibri. (cha/asp)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads