Atasi Kelangkaan BBM, Lawatan SBY ke Cina Ditunda
Minggu, 10 Jul 2005 15:47 WIB
Jakarta -
Demi menyelesaikan masalah dalam negeri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunda lawatannya ke Cina, Thailand dan Brunei Darussalam. Lawatan yang seharusnya dimulai 13 Juli itu ditunda hingga dua pekan berikutnya."Sebelum meninggalkan Tanah Air, beliau ingin kelangkaan BBM ini tuntas dulu," ujar Menko Perekonomian Aburizal Bakrie di sela-sela rapat koordinasi dengan para gubernur di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (10/7/2005). Menurut Ical, masalah lain yang juga mendapat prioritas dari Presiden SBY adalah perkembangan dari pertemuan informal delegasi RI dengan GAM di Helsinski, Finlandia. Pertemuan pada 12 Juli 2005 ini adalah yang terakhir dan diharapkan menghasilkan kemajuan yang konkret.Dari hasil pertemuan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian penghentian konflik di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada awal Agustus mendatang. Informasi pembatalan kunjungan Presiden SBY ke Cina ini sudah beredar sejak Sabtu (9/7/2005) kemarin. Namun ketika itu belum ada penjelasan mengenai alasan pembatalan kunjungan SBY ke negeri tirai bambu itu. Presiden SBY dijadwalkan berkunjung ke Cina, Thailand dan Brunei pada 13-20 Juli. Tujuan kunjungan antara lain untuk merealisasikan komitmen Cina untuk memberikan bantuan senilai US$ 300 juta dalam proyek pembangunan infrastruktur, dan komitmen Cina menanamkan investasi di Indonesia.
(gtp/)










































