Tiga Bom di London Meledak Hampir Bersamaan
Minggu, 10 Jul 2005 08:09 WIB
Jakarta - Polisi memastikan, tiga bom yang meledak di jalur kereta bawah tanah London meledak hampir secara serentak. Serangan itu terjadi hampir bersamaan dalam selang waktu kurang dari 50 detik."Serangan itu terjadi dalam selang kurang 50 detik bukan dalam selang waktu yang lama," kata anggota Scotland Yard (Badan Intelijen Inggris). Sebelumnya, polisi menyatakan ledakan terjadi dalam beberapa waktu dan selang yang lama.Upaya untuk menemukan korban mungkin masih akan memakan waktu beberapa hari lagi. Dan, masih belum ada kepastian tentang jumlah korban tewas maupun luka. Petugas memperkirakan masih ada mayat ataupun korban yang masih terjebak dalam puing-puing gerbong di bawah stasiun King's Cross."Upaya menemukan akan menjadi proses yang lambat, metodis dan teliti dalam situasi yang sangat sulit," kata petugas seperti yang dikutip BBC, Minggu (10/7/2005). Sejumlah jenazah korban juga masih berada di lokasi bom kereta bawah tanah, di stasiun Aldgate dan Edgware. Namun diperkirakan di lokasi stasiun King's Cross adalah satu-satunya yang diperkirakan masih ada korban ataupun mayatnya yang belum dievakuasi.Tim forensik masih terus menghimpun bukti dari seluruh lokasi dan Tavistock Square, tempat bus yang menjadi korban pemboman satu jam setelah serangan terhadap kereta bawah tanah. Data resmi korban dipastikan sebanyak 49 orang, sedangkan 25 orang lainnya masih hilang. Sementara korban luka-luka jumlahnya mencapai ratusan orang.Pemerintah Inggris mengumumkan mengheningkan cipta 2 menit untuk menghormati mereka yang tewas. Menteri Kebudayaan Tessa Jowell mengatakan, para menteri merencanakan sebuah lokasi khusus di London. Tempat itu nantinya akan dipakai para keluarga korban untuk mengheningkan cipta.
(mar/)











































