Shahara Islam, Gadis Muslim Korban Bom London

Shahara Islam, Gadis Muslim Korban Bom London

- detikNews
Sabtu, 09 Jul 2005 17:43 WIB
Jakarta - Sedikitnya 50 orang meninggal dan 700 orang terluka dalam serangan bom di Kota London. Peristiwa naas tersebut juga merenggut nyawa seorang gadis Muslim bernama Shahara Islam (20).Jenazah Shahara, gadis cantik kelahiran ibukota Inggris itu, sampai hari ini belum ditemukan keberadaannya. Saat kejadian Kamis (7/7/2005) pagi lalu, Shahara sedang berada di dalam kereta bawah tanah menuju kantornya di Bank Central London.Namun ia tidak pernah sampai tujuan dan tidak ada seorang pun yang melihatnya sejak saat itu. Dari laporan keluarga, koran-koran di seluruh Inggris memasang foto Shahara mengenakan baju dan syal biru di halaman depannya.Shahara yang tampak tersenyum dalam foto itu, disebut-sebut sebagai bagian dari Kota London yang hilang akibat aksi teroris itu. Beberapa koran menulis: Shahara, warga London, seorang muslim, rakyat biasa yang pergi kerja, dan wajah bahagia kota kosmopolitan."Sangat kejam sekali penderitaan yang dialami wanita muda itu. Padahal, Shahara merupakan sosok yang menggambarkan warga Muslim Inggris saat ini," tulis Koran Independen, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/7/2005).Meski demikian, beberapa koran tetap menulis berita yang menuding keterlibatan Alqaeda dalam serangan terbesar di Inggris sejak Perang Dunia II lalu. "Hampir pasti, Shahara terbunuh oleh kelompok yang menggunakan kepercayaan yang sama dengannya," tukas salah satu media.Orangtua Shahara yang datang ke Inggris dari Bangladesh pada tahun 1960 lalu, sampai hari ini masih terus mencari gadis malang itu ke seluruh RS di Kota London. Bahkan, ibu Shahara sampai shock mendengar berita yang menimpa anaknya."Kami sudah berusaha menghubungi telepon selulernya, tapi tak ada jawaban," keluh paman Shahara, Nazmul Hasan, saat ditemui di RS Royal London guna mencari Shahara.Menurut Hasan, para pelaku yang merenggut nyawa keponakannya itu bukan lah orang Islam. "Mereka telah menebar teror kepada setiap orang di London dan seluruh Inggris, termasuk kepada umat Muslim," katanya. (fab/)


Berita Terkait