Tak Dapat Uang Lembur, 200 Karyawan Perusahaan AS Demo
Sabtu, 09 Jul 2005 16:03 WIB
Batam - Malang benar nasib ratusan karyawan PT Advanced Interconnect Technologies (AIT), yang dipaksa bekerja 12 jam sehari tanpa ada uang lembur maupun kenaikan gaji. Para karyawan pun mendemo perusahaan milik Amerika Serikat itu.Sekitar 200 orang karyawan perusahaan elektronik itu melakukan aksi demo di depan kantor AIT, Jl. S Parman, Kawasan Muka Kuning, Batam, Riau, Sabtu (9/7/2005). Mereka menuntut perombakan sistem kerja yang dinilai sangat memberatkan itu.Sekitar tiga bulan lalu pihak perusahaan mengubah sistem kerja dari tiga shift (jam kerja), menjadi dua shift. Sehingga karyawan yang sebelumnya hanya bekerja delapan jam per hari, dipaksa bekerja 12 jam per hari.Yang menjadi protes para karyawan, mereka tidak mendapatkan kenaikan gaji ataupun tambahan uang lembur atas pemberlakuan sistem baru itu. Mereka pun sebelumnya telah mengadukan kondisi ini kepada DPRD setempat.Demo yang berlangsung damai ini merupakan yang ketiga kali dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Para karyawan kecewa karena perusahaan tidak menaati imbauan DPRD agar memberlakukan standar kerja nasional, yakni delapan jam kerja per hari."Gaji bagi karyawan pemula saat ini rata-rata hanya sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu per bulan. Jumlah tersebut sama dengan waktu sistem tiga shift dulu," keluh Tuti Suprapti, salah seorang karyawan AIT, kepada detikcom per telepon.Sebelumnya, kata Tuti, perwakilan karyawan sudah bertemu dengan pihak perusahaan. Namun tidak ada kesepakatan apa pun yang dihasilkan, sehingga para karyawan tetap melakukan aksi demo."Bila tuntutan kami tidak dikabulkan, maka puncaknya pada Senin (11/7/2005) mendatang, seluruh karyawan yang berjumlah 800 orang akan melakukan aksi mogok kerja," ancam Tuti, mewakili rekan-rekannya.
(fab/)











































