Galakkan Hemat BBM, Pemerintah Tidak akan Naikkan Harga
Sabtu, 09 Jul 2005 15:24 WIB
Jakarta -
Pemerintah akan menggalakkan hemat BBM di berbagai sektor seiring naiknya harga minyak dunia yang mencapai US$ 60 per barel. Hingga sekarang, pemerintah belum akan menaikkan harga BBM. Hal ini disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan seusai menghadiri rapat pembahasan hemat BBM di kediaman rumah Wakil Presiden M Jusuf Kalla, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (9/7/2005). Rapat yang dipimpin Wapres ini dihadiri 8 menteri terkait. Selain Purnomo, hadir Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menteri Keuangan Jusuf Anwar, Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja, Mendagri M Ma'ruf, Meneg BUMN Sugiharto, Menteri PPN/Ketua Bappenas Sri Mulyani, dan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa. Rapat yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB itu baru berakhir sekitar pukul 14.30 WIB. Dari kedelapan menteri itu, hanya Purnomo yang memberikan keterangan kepada pers. "Dari opsi-opsi yang kita bahas, yang paling mungkin adalah opsi penghematan di berbagai sektor, seperti transportasi, listrik, industri dan gedung-gedung komersil," kata Purnomo. Menurut dia, pemerintah belum tertarik untuk menaikkan harga BBM. "Pemerintah saat ini harus lebih hati-hati dalam menaikkan harga BBM," kata dia. Bagaimana teknis penghematan BBM di berbagai sektor itu? Purnomo belum bisa menjelaskannya. Namun, masalah ini akan segera disosialisasikan kepada semua gubernur. "Besok kita akan lakukan sosialisasi kepada gubernur-gubernur se-Indonesia dalam pertemuan dengan Bapak Presiden," jelas Purnomo. Lebih lanjut, Purnomo menjelaskan, saat ini pemerintah terancam meningkatkan subsidi BBM dalam APBN 2005 hingga Rp 150 triliun. "Jika nilai tukar dan konsumsi BBM seperti sekarang, maka subsidi tahun ini bisa mencapai Rp 130 triliun," jelas dia.Sementara itu, saat ditanya mengenai pengurangan jam tayang televisi terkait upaya penghematan BBM, Purnomo menyatakan, pemerintah membebankan masalah itu kepada Meneg Kominfo untuk membahasnya dengan para pemilik TV. "Kita tidak akan top down, tapi kita mengundang mereka agar lebih bersifat bottom up," ujar dia.
(asy/)










































