Tes urine terhadap tenaga kontrak digelar di halaman Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Senin (30/4/2018). Mereka dibagi dalam sembilan tim dan mengantre untuk menyerahkan air seni. Setelah itu, urine mereka dikumpulkan untuk dites dengan menggunakan enam parameter.
"Tes urine ini untuk evaluasi tenaga kontrak. Sejak Desember kemarin (mereka) sudah kita nonaktifkan. Sekarang kita panggil lagi dan kita evaluasi," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh, Dedy Yuswadi kepada wartawan di lokasi tes urine, Senin (30/4/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggota kita yang sudah ada ini kita berdayakan jadi tidak ada rekrutmen lagi. Jadi 920 orang itu yang kita berdayakan," jelas Dedy.
"Kalau ada yang terindikasi narkoba khususnya tenaga kontrak akan kita berhentikan dari tenaga kontrak. Yang dinonaktifkan kemarin sudah dipanggil semua untuk ikut tes," ungkap Dedy.
Sementara itu, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser, mengatakan, tes urin terhadap tenaga kontrak Satpol PP ini dilakukan dengan menggunakan enam parameter sehingga hasilnya lebih akurat. Parameter itu di antaranya yaitu ganja, miras dan lainnya.
"Nanti juga nanti ada yang menggunakan narkotik berdasarkan resep dokter itu ketahuan. Tapi nanti kita tanya apakah pakai berdasarkan resep dokter. Tes ini sangat akurat," kata Faisal. (asp/asp)











































